#JumuahBerfaedah: Wonder!

Libur bulan Desember dipenuhi dengan film-film bagus di bioskop. Bahkan, saya selalu menanti bagaimana para pembuat film berlomba-lomba menampilkan film-film bagus, dan tak dikit dari mereka sengaja menayangkan karya mereka pada bulan penuh penonton, yang sudah pasti membuat mereka banjir omzet. Hahaha.

Well, sampai pada akhirnya saya melangkah ke bioskop untuk menonton film Wonder. Film yang diangkat dari novel bestseller karya R.J Palacio, yang mana menceritakan tentang August Pullman (Jacob Tremblay) yang lain dengan kelainan wajah. Hal itulah yang membuatnya menghindar untuk pergi ke sekolah umum. Namun, saat duduk di kelas 5 SD, orangtuanya (Julia Robert & Owen Wilson) memasukannya ke sekolah swasta. Disinilah konflik terjadi, dimana August harus membuktikan bahwa dirinya sama dengan anak-anak yang lain.

Satu setengah jam pertama Stephen Chbosky, sang sutradara berhasil membuat mata saya mbrebes mili. Pasalnya, saya membayangkan, jika saya sebagai ibu August, Julia Robert, yang pasti saya tidak akan sanggup menerima kenyataan, bahkan mungkin akan menangis setiap waktu, bisa jadi akan terus menerus menyalahkan Tuhan atas kejadian itu. Dalam film ini, Julia Robert berhasil memerankan bahwa semua itu terjadi karena dirinya kuat. Teringat dalam Al quran bahwa, Tuhan tidak akan membebani manusia kecuali sesuai dengan kemampuannya. Bahkan, dalam film Wonder, tidak ada sekalipun Julia Robert & Owen Wilson mengeluh tentang sang anak. Justru, kehadiran sang buah hati dengan kelainan wajah membuat mereka terus bersemangat bahwa, sang anak pantas mendapatkan apa yang didapat oleh anak lain.

Dalam film ini juga, kamu akan melihat kesabaran orang tua, August Pullman. Bahkan sang kakak, Via, rela tidak mendapatkan perhatian penuh dari orang tuanya dan sangat menyayangi sang adik, walaupun memiliki kelainan wajah. Pernah dengar, kalau kesabaran itu membantu kita dalam segala hal? Iyes dalam film ini, kesabaran keluarga Pullman dalam membimbing bahkan menerima August Pullman, membuahkan hasil.

Bukan hanya itu, kesabaran August Pullman juga membuahkan hasil yang mengharukan. Pasti kamu sudah bisa membayangkan, apa yang terjadi ketika August masuk ke sekolah swasta? Iyes betul sekali, August mengalami penindasan oleh teman-temannya, bahkan orang-orang yang bertemunya menyebutnya wabah. Setelah adegan itu, saya langsung berpikir pernahkah saya melakukan hal itu pada orang yang seharusnya butuh dukungan? Astaghfirullah.

Janganlah menghina seseorang, karena sesungguhnya setiap manusia memiliki kelebihan
Kutipan di atas, saya pelajari ketika sekolah Menengah. Dan Wonder berhasil  menggambarkannya dengan sangat tepat.

Pesan dalam film ini akan mudah sekali kamu tangkap, karena konfliknya sangat dekat sekali dengan kita, bahkan mungkin dalam keseharian kita. Selain itu juga, seluruh cast dalam film ini berperan sesuai porsinya, tidak kurang atau lebih. Yang perlu diacungkan 100 jempol adalah acting Jacob Tremblay, sangat sangat memukau. Bahkan, saya sudah jatuh cinta denganya sejak acting di film Room, yang membuat saya sesak nafas.

Ada kekurangan dan ada kelebihan dalam sebuah karya. Di tengah film saya dibuat (agak) sedikit bosan dan kaget karena ada beberapa yang tiba-tiba, atau mungkin saya yang melewati sesuatu? Entahlah.  Akhir ceritanya pun sudah tertebak, tetapi nampaknya Sutradara tidak akan membiarkan siapapun yang menonton film ini ini keluar bioskop tanpa mata basah. Saya makin sesak dan mbrebes mili mata ini melihat adegan terakhir, padahal di pertengahan film, mata saya sudah kembali normal seperti saat saya bertemu kawan lama.


Well, yang saya garis bawahi dalam film ini adalah tentang kesabaran, yang tidak pernah berkhianat. Dan lisan yang harus dijaga agar tidak enteng menilai orang, meremahkan bahkan menghina. Film ini cocok kamu tonton bersama keluarga besar, kerabat atau bahkan sendiri seperti saya. Gak usah menghibur saya, malah saya senang nonton sendiri, karena saya bebas mengeluarkan air mata. Kalau ada kamu saya tak bisa berekspresi, nahan nangis itu sakit dan sesak lho #BukanTjurhatTerselubung. 

TULUS: Yang Dilakukan Dengan Hati, Akan Sampai Ke Hati.


Mengikuti karya Tulus, sejak album pertamanya. Pertama kali menonton Tulus, kebetulan secara tidak sengaja, ketika itu saya hadir di acara konser dengan bintang tamu Sheila On 7 dan ternyata Tulus juga meramaikan acara tersebut. To be Honest, saya langsung ngomong sama kawan ketika Tulus tampil. Kok, dia aslinya ganteng banget ya, suaranya kalau live lebih bagus! Mulai dari situ saya tambah jatuh cinta dengan karya-karyanya Tulus.


Sampai beberapa bulan lalu, saya diberi kesempatan nonton Tulus live (lagi). Seminggu sebelum nonton live, saya mendengar semua album ketiga tulus. Hafal seketika. Dan Tulus berhasil membuat mata saya mbrebes mili. Setiap lagu yang ada di album ketiga, sunggu sangat sampai ke hati saya. Nampaknya memang album ini sangat-sangat special untuk saya dan seluruh pendengar musik Tulus. Baru kali ini saya suka sekali dengan penyanyi ibukota dan bahkan saya tidak bisa memilih best song di album ini, Karena semua yang lagunya best of best.


Menurut saya, sejak kemunculan Tulus beberapa tahun lalu, membawa angin segar bagi industri musik di Indonesia. Sejak awal, semua lagu dinyanyikan Tulus, sangat beda dari pasaran yang ada. Di setiap lagunya memiliki diksi yang asik. Bahkan di album ketiga ini, semua emosi muncul mulai dari; bahagia, bosan, penasaran & sendu. Atau mungkin siapapun mendengar lagu Tulus akan merasa dapat pesan/petuah dari Tulus.


Mustahil, orang-orang akan mendengar lagu Tulus tidak tersentuh/tergerak. Terbukti, tahun ini Tulus banyak memenangkan award best song & movie clip. Tulus selalu membuat karyanya dengan sepenuh hati, dengan arti, vocal, konsep, lagu, lirik bahkan sampai video clipnya pun digarap dengan sangat serius. Dan tak heran, banyak sekali penikmat karya Tulus.


Nama adalah doa dan amanah. Mungkin itu alasannya kenapa Tulus tidak pernah setengah-setengah dalam berkarya, karena memang amanah dari orang tua, agar Tulus selalu bersikap Tulus/ikhlas/sepenuh hati dalam melakukan segala hal.


Di album ketiga, yang berjudul Pamit. Lagu ini digadang-gadang Tulus sebagai jembatan antara album kedua dan ketiga. Dan meledak di pasaran. Bahkan, muncul meme: “Yang Tulus aja bisa PAMIT, apalagi kamu” hahaha.


Berbeda dengan pamit, yang agak sendu. Tergila-gila membuat saya tersenyum-senyum mendengarnya. Pasalnya, lagu ini bercerita tentang seseorang yang tergila-gila dengan pasangannya. Alunan terompet, membuat lagu ini lebih istimewa. Lirik di bagian “Ini bukan yang pertama, tapi ini paling menarik” membuat saya bergeming, iya iyah kenapa bisa gitu. Hahaha.


Lagu Lekas, justru berbeda. Terkadang Tulus menyanyikan lagu bisa untuk siapa saja. Dan ternyata setelah saya pikir, lagu ini juga cocok untuk kamu yang sudah memiliki buah hati. Menyemangatkan buah hati, agar terus melakukan hal yang baik karena waktu yang sangat terbatas. Kalau saya punya anak nanti, akans aya kenalkan lagu ini kepada anak saya.


Mahakarya, membuat kamu yang mendengarnya  semangat melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, agar terwujudnya Mahakarya. Dan yang baru saja dibuat video klip nya Tukar Jiwa, menurut saya ini konsep lagunya, lirik, video klip dan vocal nya Tulus edan kerennya. Lagu ini banyak disukai karena, memang lagi lagi Tulus mewakili perasaan kita.


Kalau kamu pegang kendali penuh pada cahaya, jalanmu pasti terang. Kurang lebih, begitulah lirik lagu Cahaya. Ada beberapa lagu Tulus, yang jika kamu dengarjkan sekali, kamu belum bisa mendapat pesannya. Olehkarena itu, harus didengarkan secara seksama, sehingga kamu paham pesannya. Sedangkan Monokrom, kamu harus lihat video klip nya dulu, baru akan paham isi dan makna lagunya. Silahkan cek sekarang.


Di Langit abu-abu inilah mata saya mbrebes mili. Kalau kamu belum menemukan tulak rusuk mata kamu bisa basah. Coba aja dengarkan lagunya. Dan yang terakhir Manusia Kuat. Setiap dengar lagu Manusia Kuat, seperti mantra, saya langsung menjadi semangat dan benar-benar ingin menunjukan bahwa saya bisa lebih hebat dari yang mereka lihat. Bahwa, sejauh mana orang lain menjatuhkan saya, semakin jauh juga saya bertambah kuat.


Dan semua konsep, lirik, aransement & video klip, tidak akan sempurna tanpa vokal yang apik dari Tulus. Bukan hanya sekedar bernyanyi, tetapi dalam lagu ini Tulus membuktikan bahwa Mahakarya itu, bisa terjadi, jika kita melakukannya dengan sepenuh hati.



Terima kasih, Tuhan sudah memeberi kesempatan pada Tulus sehingga saya dan seluruh warga net bisa menikmati mahakarya dari Tulus. Sehat selalu dan terus mengudara di industri musik. Lagumu membuat hidup semakin jauh dari rasa gugup. 

#JumuahBerfaedah : Apakah Kamu Termasuk Orang Yang Zalim?


Dua tahun terakhir, saya selalu berhati-hati dengan perbuatan zalim. Zalim menurut pemaparan dari wikipdedia adalah meletakan sesuatu atau perkara bukan pada tempatnya. Lawan kata dari zalim adalah adil. Zalim, ada dua yaitu; zalim terhadap orang lain dan diri sendiri. Dan yang saya simpulkan dari paparan wikipedia, zalim bisa juga digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berprikemanusiaan.


Dan menurut al quran,  ayat al ‘ankabut 46 zalim adalah orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan. Serta menurut hadist shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Sirin, Muhammad pernah mengatakan bahwa, “Di antara bentuk kezaliman seseorang terhadap saudaranya adalah apabila ia menyebutkan keburukan yang ia ketahui dari saudaranya dan menyembunyikan kebaikan-kebaikannya.


Sepakat dengan pernyataan di atas, saya pun menyimpulkan zalim bisa juga merusak sesuatu. Dua tahun yang lalu saya adalah orang yang paling tidak bisa minum air jika tidak dingin atau berwarna. Singkat cerita, ada kawan yang kasih saya petuah bahwa yang saya lakukan tersebut, dapat merusak tubuh dan bahaya untuk tubuh, yang mana nantinya bermuara pada penyakit. So, sampai sekarang saya sangat berhati-hati jika ingin makan, minum dll. Salah sedikit, bisa-bisa saya menzolimi diri sendiri.


Zalim terhadap orang lain juga, sering sekali bahkan kamu pun mungkin menemuinya. Seringkali beberapa kawan saya, curhat mengenai masalah mereka. Sebagai kawan yang senang mendengarkan cerita sesama, saya pun mendengarkannnya dengan seksama. Suatu ketika kawan saya, Selena Gomez (bukan nama asli) bercerita bahwa, dia bekerja di tempat A, kerjaannya banyak, namun gajinya segitu-gitu saja. Bahkan, karena bosnya yang keterlaluan dalam memberikan kerjaan sehingga timbullah kata ketika curhat, menjelek-jelekan si bos dengan sumpah serapahnya.


Saya pun menyimak ceritanya sampai akhir, dan alih-alih tidak mau hanyut dalam ghibah yang berujung dosa, saya pun memberi beberapa pernyataan di akhir.


“Sampean boleh aja kesal, tapi inget yang sampean omongin bisa berujung ke ghibah dan zalim. Semua bisa selesai kalau sampean bilang langsung ke si bos. Dan kalau case nya seperti itu sampean bisa ngomong kalau keberatan dengan pekerjaan yang diberikan, serta gaji yang sudah disepakati. Sampaikan juga kalau sampean minta naik gaji. Tapi sebelumnya, introspeksi diri dulu, kalau kerjaan sampean aja belom beres, jangan minta naik gaji dulu.”


Nampaknya Gomez kesal dengan yang saya sampaikan, terbukti dengan sikapnya yang tak berani menatap mata saya ketika berbicara.


‘Gini, saya seneng banget kalau sampean cerita masalah keluh kesah, tapi tugas saya juga sebagai kawan untuk meluruskan. Karena saya, gak mau sampean mendzolimi orang lain. Di awal kan ada kontrak kerja, sampean udah baca kan kontraknya? udah ada hitam di atas putih, kalau sampean udah tanda tangan kontraknya, itu tandanya sampean udah setuju dengan penawaran yang ditawarkan. Saya gak mau bela siapa pun di sini, tapi saya gak mau sampean terjebak dengan zalim dan ghibah.’


Dan sampai, sekarang saya masih gak ngerti dengan orang-orang seperti Selena Gomez. Bagaimana dia bisa kerja dengan orang yang tidak dia sukai?


Menurut saya dunia kerja itu adalah dunia dimana saya dapat mengasah skill saya, no matter how much they’re paid me. Karena saya yakin, ketika saya kerja semaksimal mungkin dan dengan hati (Profesional), Allah pasti gak tidur dan akan memberikan yang lebih. Dan ketika sebuah tempat atau perusahaan sudah tidak ada tempat untuk mengasah skill saya maka waktunya saya mencari tempat lain.


Bagi kamu yang mungkin merasa seperti Selena Gomez, I know, dalam hidup gak mungkin kalau kita gak butuh DUIT. Tapi sebelum mikir duit mending DO IT with heart dulu, maka DUIT akan mengikuti kemana pun langkah kamu berada. Ingat Allah gak pernah tidur.


Do it with Professional and you’ll get professional paid.



Saya, kamu dan kita semua, yuk kita introspeksi diri masing-masing apakah perilaku kita termasuk perbuatan zalim? 

Do Your Best Today, For Best Future Tomorrow


Masa depanmu dibentuk oleh apa yang kau lakukan hari ini


Kutipan yang sering saya dengar, nampaknya bukan hanya kutipan semata, namun benar-benar akan terjadi jika kamu melakukannya dengan sungguh-sungguh. Bulan Oktober 2017 saya diberi kesempatan oleh my love (Allah) untuk sharing tentang pengalaman saya selama gabung di Tim Promosi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), yang mana tugasnya adalah mempromosikan UAI kepada adik-adik SMA. 4 tahun menjadi Tim Promosi UAI adalah anugerah yang saya syukuri karena kita saat itu saya diberi kesempatan untuk bisa terus mengeksplore skill Public Speaking. Ketika kuliah saya ambil jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sesuai keinginan orang tua, tetapi di sisi lain saya lebih enjoy di dunia Public Speaking, berguru dengan banyak mentor, membuat saya ingin memperdalam dunia tersebut, sampai pada akhirnya saya menemukan tempat yang Allah berikan agar saya terus bisa mengasah skill.

Ketika saya berlari mengejar kamu ❤

Ekspresi ketika kamu mengabaikan saya 


Empat tahun memngeksplore dunia Public Speaking membuat saya banyak mendapat pelajaran yang sangat berharga. Empat tahun yang lalu saya belajar, dan alhamdulillah Allah selalu memberikan kejutan yang membuat saya mbrembes mili! Sudah tahun kedua ini saya berbagi pengalaman selama menjadi Tim Promosi UAI, walaupun keduanya terjadi karena pemateri utama sakit. So sad ya! Hahaha. Tapi itu memang rencana Allah, pihak panitia boleh berencana panggil salah satu dosen dari jurusan komunikasi untuk menjadi pemateri, tapi Allah yang memutuskan. My Super love, Super duper segalanya.

Kalau lagi Promosi UAI, jangan pernah bergaya seperti ini dan bilang yang sebelah sana apa kabarnya? 
Dress well! ketika mau ketemu siapapun


Tahun 2016 diberi kesempatan sharing dan baru dikabarin karena H-1 sebelum acara, karena kakak-kakak pelaksana sungguh sangat baik dengan saya dan saya pun tak bisa menolaknya. Tahun 2017 saya baru dikasih tahu sebelum 5 jam acara, super duper bingung. Sungguh, saya jarang sekali menolak kalau kakak-kakak dari Tim Promosi UAI yang menawarkan sesuatu. Saya pun ketika itu nego agar bersiap lebih lama dan bagian saya diundur setelah zuhur. Kalau diminta tolong oleh kakak-kakak Tim Promosi UAI, saya gak pernah nanya berapa saya harus dibayar, karena ruang yang mereka berikan buat saya belajar jauh lebih mahal dan sangat berharga.

Bersama kakak & kawan Promosi UAI
Andri, Ka Yuni, saya, Puri, Ka Riesty, Ipech & Mas Nova


Walaupun sudah tidak bisa bantu di Tim Promosi UAI, alhamdulillah sekarang masih terus menjalin silaturahim dan insyaAllah terus akan terjalin ya.





Mata ini selalu berbinar ketika ingat masa-masa di Tim Promosi UAI, saya selalu bersyukur Allah mempertemukan saya dengan kakak-kakak serta teman-teman di sana. Saat ingat sekali, dulu zaman kuliah saya sering mampir ke kantor Promosi UAI, dan saya selalu izin mau nyapa sebentar kakak-kakak di Promosi UAI. Teman saya pun langsung bilang “Lo kalau bilang sebentar ke Promosi gak pernah sesuai makna sesungguhnya. Sebentarnya lo itu paling cepet satu jam.” Saya selalu ketawa kalau kawan ngomong gitu, padahal saya kalau kesana pasti cepet banget, menurut saya. Hahaha.

Geli banget mbak & mas nya ngetawain saya

Add caption



And one more thing, lakukan apapun hari ini dengan sepenuh hati dan jiwa karena kelak kamu tak akan tahu, hal itu akan jadi sangat bermanfaat untukmu dan suatu hari nanti di masa akan datang hal tersebut akan sangat berguna. Do your best today, for your future. 


Take nirmal picture is boring

Bersama seluruh peserta Tim Promosi 2017. Selamat bertugas ❤

Spot foto WAJIB buat alumni kalau kembali ke kampus

Wage: Film Biopic Yang Apik

Setiap dari kita pasti pernah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu, apakah kamu tahu sosok pria yang menciptakan lagu tersebut? Dan apakah kamu tahu bagaimana perjuangan beliau sampai akhirnya tercipta lagu Indonesia Raya? Kali ini saya bersyukur sekali karena hadir tepat satu hari sebelum hari Pahlawan, karena memang sangat sedikit sekali informasi yang kita tahu mengenai sang pencipta lagu Indonesia Raya, bapak Wage Rudolf Supratman.


Film Wage, yang diambil dari nama sang pencipta lagu Indonesia Raya adalah film biopic yang penting untuk ditonton. Wage seorang pria yang gemar bermain biola, bergabung dalam Black & White Jazz Band di Makasar, namun pada akhirnya pindah ke ibu kota dan Bandung untuk menjadi jurnalis. Sampai pada akhirnya Wage menjadi buronan Belanda karena mencoba menyanyikan lagu kebangsaan. Akhir dari film Wage, diceritakan bahwa Wage sempat ditahan namun, dilepaskan kembali karena ditakutkan warga mengamuk dan sangat berbahaya bagi Belanda. Setelah beberapa hari dikeluarkan dari penjara Wage sakit dan sampai menutup mata Wage tak pernah mendengar lagu Indonesia Raya dikumandangkan.


Film Wage bagus ditonton untuk mengisi waktu libur kamu dan untuk mengingat kembali jasa Wage Rudolf Supratman, namun beberapa hal yang saya catat, seperti masih terlalu banyak plot hole, cerita yang loncat-loncat (atau mungkin memang kejadian aslinya loncat seperti filmnya) tetapi hal itulah yang membuat saya agak bingung dengan alur yang disajikan, dan nampaknya script writer agak kebingungan memasukan cerita Pak Wage karena memang sejarah beliau banyak sekali yang harus ditayangkan. Saya pun agak sedikit kecewa melihat acting beberapa cast-nya, serta dialog yang agak kurang enak didengar. Peran Prisia Nasution pun agak kurang nendang dari peran dia di film-film lainnya. Tak hanya itu kekecewaan saya juga hadir karena musik yang agaknya terlalu kencang dan merusak pendengaran.


Namun, adegan ketika Wage bisa memainkan lagu Indonesia Raya di acara Kongres Pemoeda adalah hal yang benar-benar membuat hati saya tersentuh dan mata basah. Lirik lagu Indonesia Raya sangat-sangat membuat saya ingin menangis dan selalu mencintai Indonesia. Liriknya magis, siapapun akan terhipnotis mendengarkan lagu itu. Overall, film ini harus kamu tonton agar lebih dekat dengan Pak Wage dan mencintai Indonesia.



Selamat jalan Pak Wage dan terima kasih karena telah menciptakan lagu Indonesia Raya. 

Selamat Jalan, Ibu

Hari ini, saya mendapat berita duka dari orang tua saya. Mereka bilang Ibu-nya Ela sudah kembali ke pangkuan Yang Maha Segalanya. Saya sejenak bingung dengan perkataan orang tua saya. Kemudian, bapak saya bilang, sebelum kamu berangkat kerja mampir dulu ya, ke rumah Ela, ibu sudah tiada. Memori saya langsung tertuju pada masa SD.

Ela, teman main di rumah sejak saya TK. Dari dulu orang tua saya selalu sibuk dengan pekerjaannya, setiap saya pulang sekolah, langsung bermain dengan Ela. Kawan saya, Ela mempunyai banyak saudara, dia anak ke 9 dari 9 bersaudara dan bapaknya sudah lama meninggal sejak dia kecil. Saya tidak pernah kesepian walaupun orang tua saya pulang kerja pada sore hari, karena saya bisa bermain dengan puas bersama Ela sampai sore dan saya pun selalu suka dengan kesederhanaan Ela dan keluarganya.

Ibu, begitu saya menyapa Mamaknya Ela, sangat baik sekali kepada saya, bahkan ketika makan siang tiba beliau mengajak saya untuk makan bersama dan beliau juga selalu bilang ‘Diah, sini makan bareng-bareng. Makannya seadanya ya’. Lauk yang saya paling suka dari Ibu adalah tempe, tahu, oncom dan sambal. Berkat Ibu, oncom jadi makanan favorit saya. Makan di rumah Ibu memang tidak mewah dan seadanya, tetapi saya selalu pingin nambah terus kalau makan di rumah Ibu. Sampai ketika Mamak saya pulang dan menawarkan makan, saya pun menolak karena saya kenyang sekali sudah makan di rumah Ibu. Mamak selalu marah kalau saya makan di rumah Ibu, mamak selalu bilang kalau kita jadi manusia tidak boleh sering meminta kepada orang lain, apalagi sama Ibu, karena Ibu punya banyak tanggungan.

Saya yang ketika itu tidak tahu apapun hanya mengangguk, tapi keesokan harinya Ibu selalu menyuruh saya untuk makan siang bersama Ela dan keluarganya. Ketika itu saya tidak mengerti, kenapa Mamak melarang saya makan di rumah Ibu, dan kenapa Mamak marah kalau saya makan di rumah Ibu? Padahal, saya tidak pernah meminta, tetapi Ibu selalu memberikan saya makan dan saya terkadang makan di rumah Ibu bukan karena lapar, namun karena saya suka dengan keluarga Ibu yang ramai.

Dari Mamak saya belajar bagaimana hidup mandiri dan tidak boleh banyak meminta kecuali dengan Allah, dari Ibu saya belajar bahwa memberikan dan membagikan sesuatu itu tidak perlu harus kaya. Masa kecil menurut saya adalah hal yang sangat susah sekali untuk dilupakan, mangkanya muncul beberapa penelitian yang menganjurkan untuk mengajarkan anak sejak kecil atau pada masa golden age, karena masa itulah awal mula tumbuh anak. Dan biasanya, ketika kecil mudah sekali untuk mengingat sesuatu.

Ibu, terima kasih sudah menjadi orang tua saya di kala Mamak dan Bapak saya kerja. Saya merasakan kehangatan yang Ibu berikan kepada saya, bahkan Ela sudah saya anggap sebagai kaka saya sendiri. Padahal, seharusnya Ibu bisa melihat sosok lelaki yang siap menjadi imam Ela. Ibu juga belum melihat bagaimana gantengnya imam saya, dan Ibu juga belum melihat bahwa anak yang dulu sering main ke rumah Ibu dan main bersama Ela, sudah besar bahkan sekarang sudah bisa bersolek. Tapi tenang bu, saya masih suka oncom, dan oncom favorit saya adalah buatan Ibu dan Mamak.

Ibu, hati-hati di sana ya. Kata Pak Ustad yang saya dengar ceramahnya, konon orang baik meninggal di hari yang baik. Tepat tanggal 3 November 2017 hari jumat, Ibu meninggalkan keluarga, saya hanya bisa berdoa Ibu segera sampai di surga Allah dan Ela insyaAllah kuat menghadapi ini semua, serta doa selalu dipanjatkan untuk Ibu. Semua yang di dunia ini milik Allah, dan semuanya pun akan kembali pada Allah.


Apa Bedanya Pedagang & Pebisnis?



Saya saat memandu acara Hijrah dari Pedagang ke Pebisnis



Dari judul di atas mungkin beberapa dari kamu tahu perbedaan antara Pedagang dan Pebisnis, atau mungkin sebaliknya. Perbedaannya adalah apabila Pebisnis dia adalah orang mengatur bagaimana sistem bisnis itu berjalan, sedangkan pedagang adalah bagaimana mereka mengatur omset yang masuk. Bedanya hanya pada bagaimana seseorang itu bertindak dengan usahanya, dan kebayang banget kan capeknya kalau kamu harus melakukan sendiri penjualan, marketing, packing, pegang akun dll. Dan kesempatan waktu bulan puasa 2017 kemarin, saya memandukan acara Roadshow Seminar 12 Kota, Hijrah dari Pedagang ke Pebisnis bersama Yukbisnis.com dengan pembicara Mas Jaya Setiabudi.


Diah Sally & Ka Mega bersiap sebelum acara




Beruntungnya saya diberi kesempatan oleh Ka Mega Cua Kavita untuk memandu acara ini, karena saya pernah mendengar Mas Jay, begitu sapaannya, berhasil mencetak pengusaha-pengusaha dengan omset milyaran. Beruntung karena dengan menjadi MC saya dapat kesempatan untuk belajar langsung dengan Mas Jay tentang dunia bisnis, dan juga punya pengalaman yang sangat luar biasa di dunia MC, bayangkan saja ketika itu peserta yang datang sekitar kurang lebih 600 orang ditambah sedang puasa. Kebayang gak, bagaimana hausnya saya ketika itu?


Namun, itu semua luntur karena jujur saja saya senang sekali melihat para calon pengusaha dan pengusaha yang hadir. Mental pengusaha memang salah satu yang harus dipunyaoleh setiap insan, mental pengusaha yang penuh semangat, semangat melihat peluang, mengembangkan bisnis, bangkit dari jatuhnya bisnis yang memang tidak setiap orang punya itu.  Saya pun benar-benar takjub ketika Mas Jay menyampaikan materi dan beberapa orang yang hadir dan sudah membuktikan bahwa mereka sukses di dunia bisnis berkat mentoring dengan Mas Jay.



Materi yang diberikan Mas Jay juga sangat-sangat menambah siapapun yang ingin menjadi Pengusaha terbakar dan semangat berapi-api. Dulu sekali, saya pernah punya online shop, saya pun pernah merasakan bagaimana mempunyai omset 5.000.000/bulan dan saya sangat senang sekali karena dulu saya jadi punya banyak teman yang bergelut di dunia bisnis, saya pun akrab dengan distributor serta kawan-kawan sesama reseller. Asik banget memang punya penghasilan yang besar banget (menurut saya) apalagi ketika itu saya masih kuliah smester 3.

Tetap semangat walaupun puasa dan peserta semakin membludak


Bahkan ketika mendengar Mas Jay, saya pingin sekali cepat-cepat membuat bisnis lagi. Namun, nampaknya itu semua saya urungkan, karena memang saya agak lemah dalam matematika, menemukan peluang untuk membuat usaha dll. Saya memang bukan tipe konseptor, penggila ide, tetapi setelah melalui beberapa bulan dan tahun, ternyata memang saya lebih cocok menjadi investor. Bahkan, sekarang saya lebih suka main saham ketimbang membuka bisnis baru. Tetapi senang sekali melihat Mas Jay yang terus menebarkan virus pengusaha dan pebisnis di Indonesia, sebab nabi saja menganjurkan kita untuk berniaga dan ditambah jaman now harus dan kudu banget yang karyawan punya bisnis sampingan lumayan buat tambahan  beli pokok si kecil atau modal buat nikah.

Bersama Mas Jaya Setiabudi yang punya acaranya



Mas Jaya Setiabudi ini adalah founder dari Yukbisnis.com, website tercanggih buat para pengusaha yang mau merambah dunia online, jaman serba internet sih memang butuh banget bisnis apapun merambah dunia online. Kemarin sempet diceritain dan memang website buatan yukbisnis.com itu canggih banget, jadi bisa ngasih norek sendiri, konfirmasi transferan pelanggan dll. Canggih deh pokoknya, coba langsung saja cari di google tentang  yukbisnis.com yaa. Dan semoga setelah dapat infonya kamu bisa jadi pebisnis dan pengusaha  dengan omset berkah berlimpah, serta meninggalkan profesi menjadi pedagang. Kabarin juga ya kalau kamu punya usaha, siapa tahu kamu butuh investor, insyaAllah saya siap bantu. Hehehe. 

Menengok Pintu Terlarang di Tahun 2009

Pintu terlarang adalah salah satu pintu yang tidak boleh dibuka oleh siapa pun, Talyda (Marsha Timothy) melarang sang suami Gambir (Fachri Albar) untuk membuka pintu yang berada di dalam kantor tempat Gambir bekerja. Gambir adalah seorang pematung yang sedang dalam puncak karir nya. Namun, Talyda yang hamil di luar nikah terpaksa harus menggugurkan kandungannya, dan ternyata janin sang bayi dibawanya serta Talyda meminta untuk memasukan janin anaknya ke patung buatan Gambir. Setelah kejadian itu, Talyda dan Gambir menikah di sebuah gereja.


Sepanjang masa itu pun, Gambir merasa ada seorang anak kecil yang selalu minta tolong kepadanya. Perasaan selalu dihantui oleh sang anak, bahkan ketika sedang berolahraga dengan kawannya Rio dan Dadu (Ario Bayu). Sampai pada akhirnya menemukan clue tentang anak kecil tersebut, ternyata clue yang diberikan adalah nama sebuah tempat, namun uniknya tempat tersebut sangat tertutup dan tidak sembarang orang bisa bergabung. Jika, seseorang ingin bergabung mereka harus menjadi rekomendasi orang yang sudah menjadi member di tempat tersebut.


Pada akhirnya, Gambir bisa menjadi member berkat sahabatnya Dadu, dan ternyata tempat tersebut adalah tempat dimana para member bisa melihat kejadian di suatu tempat (yang sudah diberikan CCTV) yang ditayangkan di TV, bahkan para member juga bisa melihat seseorang yang menjahit tangannya sendiri dan ternyata anak yang selama ini menghantui Gambir ada dalam TV tersebut dan sang anak sedang disiksa oleh orang tuanya.


Hal yang sangat mencengangkan Gambir adalah dalam TV tersebut ada channel dimana sang istri, Talyda bermain di belakang gambir. Mulai dari sang ibu (Henidar Amroe) yang memaksa Talyda untuk melakukan hubungan intim kepada teman Gambir, Rio dan Dadu. Karena sang ibu menganggap bahwa Gambir tidak dapat memberikan Talyda anak. Dan terjadilah hal yang membuat Gambir kesal dan marah. Sampai pada akhirnya Gambir membunuh semua keluarga, teman dan Koh Jimmy (Tio Pakusodewo) yang sengaja memeras Gambir lewat karirnya sebagai pematung.


Ketika itu, Gambir terpikirkan pintu yang yang waktu itu dilarang dibuka oleh Talyda. Dan ternyata di dalam pintu itu, Gambir menemukan set atau tempat yang persis dengan apa yang dia lihat di TV. Gambir juga melihat anak kecil tersebut dan kedua orang tuanya terkapar, setelah itu kamera menjadi hitam dan ternyata dunia Gambir memang tidak pernah ada dan terjadi. Gambir ditangkap sejak umur belasan tahun karena sudah membunuh orang tuanya sendiri, sampai Gambir dewasa dia ditahan karena kasus pembunuhan dan juga mengidap gangguan pada jiwanya.


Talyda, juga tidak pernah menjadi istri Gambir. Talyda adalah seorang jurnalis yang ingin menulis berita tentang Gambir, Dadu adalah penjaga penjara, serta Rio adalah cleaning service di penjara. Jadi, apapun dalam film ini hanyalah halusinasi dari Gambir. Saya pun agak sedikit kesal karena sudah terbawa dalam cerita Gambir, selama 1 jam 20 menit kamu akan dihadapkan dengan halusinasi Gambir.


Gila! Adalah hal yang sangat cocok untuk pembuat cerita serta sang Sutradara, Joko Anwar yang berhasil membuat penonton mengikuti alur, bahkan meringis melihat kelakuan Gambir ketika membunuh semua keluarga dan karabatnya. Merasa dibohongi melihat ending film ini, jelas! Tetapi saya rasa sutradara bukan hanya sekedar duduk di bangkunya, namun juga bekerja dengan sangat keras. Terbukti siapapun akan terbuai dan tak menduga twist yang dihadirkan penulis skenario akan se-menakjubkan dan se-keren ini. Dan film ini diambil dari sebuah novel ternama. Sang sutradara, Joko Anwar berhasil ditayangkan pada Internasional Film Festival Rotterdam ke 38 serta berhasil mendapat penghargaan Best of Puchon di Puchon Internasional Fantastic Film Festival tahun 2009.


Film ini sangat layak ditonton untuk kamu yang ingin sekali menjadi film maker. Dan as always, Joko Anwar selalu memukau saya dengan film-filmnya. Saya pun selalu suka bagaimana Joko Anwar bercerita lewat film. Dan sekali lagi ini film Gila! yang wajib diapresiasi siapapun.


Melihat Keindahan Negeri Dongeng di Indonesia

 Liburan yang paling asyik adalah ke pantai menurut saya. Dan naik gunung adalah hal yang paling saya takuti, belum pernah sekali pun naik gunung sama sekali. Kasian yaa. Huhu.

Minggu kemarin ramai banget di grup Klub Buku Backpacker Jakarta, yang mau nobar film Negeri Dongeng. Dan pas saya cek di applikasi XXI Cuma buka di satu bioskop, Blok. M Square. Menurut saya, jika film Cuma buka di beberapa bioskop itu tandanya film yang budget promosinya cuma sedikit, dan bisa dua kemungkinan, kalau gak film itu bagus atau kurang bagus. Dan pas lagi lihat sinopsis dan cari info tentang filmnya, ternyata film ini diperankan oleh Nadine Chandra Winata, saya pun langsung berpikir ‘mana mungkin Nadine mau nerima film yang biasa-biasa aja’.


Dan Tuhan Maha Baik, hari jumat saya bersua dengan kawan dan dia pun mau mentraktir saya dan kawan-kawan lain nonton film itu. Kebetulan juga, kawan saya itu memang pecinta film, bahkan kalau saya mau nonton film saja saya tanya review dia dulu. Sebenarnya juga dia mengajak saya dan kawan-kawan saya hanya untuk menemani dia nonton karena pacarnya gak suka nonton film Indonesia.


Akhirnya, tibalah di saat hari menonton film Negeri Dongeng. Film dokumenter bergenre adventure ini membawa angin segar di tengah film-film Indonesia yang bergenre horor atau romance. Walaupun bersifat dokumenter jalan cerita dalam film ini juga seru, terlihat juga dalam film ini (pendakian 7 gunung di Indonesia) comedy, sedih, bahagia, semua ada dalam film ini. Dan yang paling membuat saya tertegun bagaimana mereka menaklukkan 7 gunung di Indonesia, setiap pendakian yang dilalui pun ada saja konflik yang terjadi, tetapi agaknya ada beberapa konflik yang terulang (kejadian salah satu anggota yang ikut mendaki keluarganya meninggal) sehingga menurut saya harusnya, Script Writer membuat konflik yang berbeda.


Namanya juga dokumenter, jangan berharap pengambilan gambar yang bagus. Tetapi dalam film ini pengambilan gambar juga tidak melulu tidak bagus, namun saya agak memahami karena memang pengambilan gambar di gunung agak susah dan harus menggunakan kamera yang sangat bagus untuk dibawa ke gunung. Dan jika kamu menonton film ini beberapa kali kamu akan disajikan keindahan alam di Indonesia. Dalam film ini juga nampaknya Anggi, selaku Sutradara ingin sekali memperlihatkan Indonesia itu keren, baik alamnya, orang di daerah tersebut serta budaya daerah yang begitu banyak sekali. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Anggi Cs ingin mengingatkan anak muda kembali bahwasanya jangan hanya mengucapkan Sumpah Pemuda tapi juga harus menjaga dan melestarikan Indonesia.


Bukan hanya itu, bahkan film ini juga penuh makna. Ternyata memang mendaki gunung itu sulit! Tapi lebih sulit menaklukan diri sendiri, apalagi menaklukan dia, eh. Saya jadi inget kata kawan saya ‘Kalau mau tau teman lo setia apa enggak, bisa ajak dia traveling. Biasanya pas traveling itu sifat asli seseorang terlihat’. Voila! Bener banget. Waktu lagi ada perjalanan ke luar kota sama kawan-kawan saya di situ saya tahu mana kawan yang egois dan mana yang solidaritas nya tinggi. Hidup di Jakarta, penuh dengan kemunafikan. Ibukota dengan padatnya kendaraan selalu menguji kesabaran setiap insan di dalamnya. Jadi, kamu bisa ajak teman kamu yang katanya setia dan gak pernah ngomongin kamu di belakang untuk naik gunung dan lihat serta ukur tingkat keegoisannya.



Film ini menjadi film yang wajib kamu nonton jika kamu memang mencintai Indonesia, agar kamu tersadar bahwa Indonesia itu kerennya bukan main, karena yang main-main emang gak pernah keren, seperti dia yang Cuma mau mainin hati kamu. 

Rezeki Bertemu Psikolog Keren

Rezeki banyak sekali rupanya, mulai dari dapat tambahan uang buat beli baju baru, keluarga yang baik, teman yang bisa support segala kegiatan kita, bahkan belahan jiwa yang bisa mengerti keadaan dan peduli dengan cita-cita kita. Saya pribadi selalu menganggap apapun yang terjadi kepada saya baik hal yang menguntungkan sampai kejadian yang membuat saya belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Dan kali itu, saya sangat beruntung dipertemukan Sang Maha Kuat dengan Psikolog hebat.  Pertemuan saya dengan Mbak Vera, Psikolog terkenal (beliau  pernah ada di acara Curahan Hati Perempuan TransTV) dan juga sangat humble sekali, sangat panjang sekali ceritanya. Tetapi izinkan saya berbagi kisah yang luar biasa sekali.


Saya memandu acara Bedah Buku Cerita Cinta


Sebelum bertemu Mbak vera, saya pernah menjadi MC ketika #HariPestaPendidikan 2017 di Kemendikbud, disanalah saya bertemu dengan banyak sekali komunitas bahkan dari berbagai daerah dan kampus. Ketika itu pula saya bertemu dengan salah satu anak BEM (saya lupa namanya) dari STT PLN, Jakarta Barat. Bahkan saya pun tidak pernah tahu kalau ada kampus dengan nama tersebut (iya, saya memang bukan anak gahol). Singkat cerita kami bertukar No WhatsApp dengan dia dan beberapa bulan kemudian ada salah satu anak dari kampus tersebut menghubungi saya untuk menjadi salah satu moderator di acara BEM mereka.

"Terkadang, yang penting dalam hidup ini bukan seberapa besar kita mendapatkan sesuatu tetapi seberapa besar kita memberikan sesuatu itu"
Bersama Beberapa Peserta Bedah Buku Cerita Cinta


Saya punya prinsip, berapa pun mereka membayar saya ketika MC, saya harus memberikan yang terbaik, karena kita tidak tahu mungkin saja ketika kita nge-MC ada orang yang tertarik untuk hire kita di acara dia dengan bayaran yang mungkin tidak pernah kamu duga. Dan kalau beruntung bisa jadi kamu dapat jodoh kalau perform sebaik mungkin, tapi jangan berharap ya. Hahaha.

So, singkat cerita pas ketemu di ruang tunggu, saya ingin tahu lebih dalam pembicara yang akan saya tanya-tanya, dan saya benar-benar baru kali itu melihat Mba Vera, bahkan saya tak tahu sebelumnya kalau beliau pernah punya acara TV, maklum saya 2 tahun sudah jarang nonton TV. Dan beliau itu super duper humble banget, ketika bercerita kami pun ngobrol tentang buku, karena kehadiran beliau di acara tersebut sekaligus untuk mempromosikan karya baru beliau, Buku Cerita Cinta yang diterbitkan oleh Kompas Gramedia Grup. Asik banget ngobrol sama Mba Vera, terlebih karena beliau Psikolog yang sudah mengatasi banyak permasalahan manusia, jadi buku Cerita Cinta hadir berdasarkan kasus yang pernah beliau tangani.

Mbak Vera menerima Penghargaan 


Diah Sally menerima penghargaan 


Kasus yang pernah ditangani beliau membuat saya mengernyitkan dahi serta berucap ‘What?!’. Dan ketika bedah buku di acara tersebut, Mba Vera mengambil satu bab yang beliau bahas di depan anak-anak STT PLN. Bab yang mana melarang kita untuk pacaran, kenapa dilarang? Karena sudah banyak kasus masuk ke Mba Vera dan berujung pada hal yang tidak diinginkan. Kalau kamu mau tahu lebih lanjut, silahkan dapatkan bukunya di toko buku kesayangan kamu. Bukunya bagus, dan saran saya juga, pasangan kamu juga harus baca, biar dia tahu. Saya yakin nanti kamu dan pacar langsung putus lalu menikah. Asik hahaha.

Diah Sally saat memandu acara Bedah Buku Cerita Cinta


Dan saya lagi-lagi termasuk orang yang beruntung sekali, dan bersyukur mendapat rezeki bisa bertemu dengan orang yang sangat hebat, seperti Mba Vera, serta alhamdulillah lancar acara di STT PLN, Jakarta Barat. Acara ini keren banget, selain karena penyelenggaranya keren, pembicaranya hebat dan berpengalaman, MC nya juga asik banget bawain acaranya. Hahaha.

Jadi, kalau kamu butuh MC buat acara apapun, langsung saja hubungi Diah Sally, booking buat dia jadi MC sekarang soalnya hari senin harga naik! Hahaha 

Foto bersama panita Bedah Buku Cerita Cinta