Ada kesamaan apa novel terbaru karya Hanum Rais dan Rangga “Faith and the City” dengan novel “Sex and the City” ?



Judul Buku : Faith and the City

Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan ke: 1 tahun 2015

ISBN: 978-602-03-243-3


Awal mendengar judul buku baru ini saya langsung tertuju dengan serial TV Sex and The City, yang merupakan adaptasi dari novel karya Candace Bushnell seorang penulis yang mengawali karirnya sebagai jurnalis,  film ini menceritakan tentang realita kehidupan di kota besar, New York, Amerika Serikat. Benar saja Faith and the City adalah gambaran dunia gelap dari media yang selalu berkiblat pada rating and share di New York, Amerika Serikat.

Setelah malam penganugrahan Hero of the Year untuk Philipus Brown, yang sangat menyentuh hati warga Amerika bahkan dunia, semua wartawan menginginkan wawancara ekslusif  bersama Azima Hussein dan keluarganya. Pasangan penyatu jembatan yang terpisah, Hanum dan Rangga, tak pelak ikut menikmati media frenzy. Konflik terjadi  di Bandara JFK New York ketika Rangga dan Hanum ingin kembali ke Wina, Hanum bertemu sosok idolanya Andy Cooper yang datang penuh dengan penawaran yang sangat fantastis yaitu surat kontrak pelatihan selama 3 minggu di Global New York TV (GNTV) dan tanpa babibu dan seizin Rangga sang suami, Hanum langsung mengiyakan tawaran Cooper .

Hanum dipercaya memegang acara baru Insight Muslim bersama Sam si kameramen lentik. Cooper yang selalu berkiblat pada rating dan share memberikan pengarahan sekaligus target untuk acara Insight Muslim, Hanum pun tak lepas dari iming-imingan bonus yang besar apabila acara yang dia pegang bersama Sam bisa menembus rating dan share yang diinginkan Cooper.
Cooper sang pimpinan redaksi di GNTV rela melakukan segala cara untuk menembus rating dan share yang menakjubkan, entah dengan caranya akan ada orang yang terluka tak jadi masalah baginya asalkan tak menyakitkan dirinya.

“Singkirkan dulu apa itu hati, perasaan, nurani atau whatever bullshit you name it, Honey! Ini media. You live in this industry. This is industry of HISTERIA! You live IN THAT!” suara Cooper  si manusia data dan garfik berubah menjadi tinggi dan seraya menunjuk grafik rating and share yang hanya bertahan pada angka 7 untuk episode pertama Insight Muslim.

Di sisi lain Rangga harus mengikuti keinginan Hanum untuk menetap selama 3 minggu di New York dan mengundur riset-riset yang sudah menanti di Wina, tanpa sepengetahuan Hanum jugalah Rangga tidak mendapatkan izin dari pembimbingnya Reinhard dan harus mendapat cacian dari pembimbingnya tersebut.

Konflik terus bergulir antara Hanum dan Rangga, Hanum dan Sam, Hanum dan Insight Muslim, Hanum dan Cooper, Hanum dan Azima. Hingga pada akhirnya semua konflik terjawab dengan terkuaknya kebejatan  Andy Cooper si manusia data dan grafik dengan pernyataan yang diberikan oleh Brown dan Azima di acara Insight Muslim GNTV yang sekaligus memberikan rating dan share tertinggi sepanjang sejarah hidupnya GNTV.

Novel ini hanyalah dunia mimpi Hanum dan Rangga dengan imajinasi yang kuat dan alur yang menarik diciptakan sang penulis, ketika saya membaca buku ini, saya langsung mempercayai bahwa dunia media selalu digelapkan dengan rating dan share. Sebelum membaca buku ini saya sudah tahu gambaran beberapa media di Indonesia yang dipaparkan Kang Maman Suherman pada bukunya Bokis 1 dan Bokis 2, kemudian pada awal tahun drama Korea Pinnochio yang menjelaskan kisah gelap media Korea di tangan penguasa dan pengusaha dan sekarang buku Faith and the City menggambarkan secara jelas permainan rating dan share di media TV secara rinci.

Bukan Hanum dan Rangga, jika tidak bisa mengemas sebuah buku dengan sisipan dakwah yang segar dan mudah diterima oleh golongan mana pun. Karena setiap lembar berhamburan pesan-pesan yang sangat menggugah hati dan pengetahuan akan indahnya kota New York. Tetapi pada buku ini Hanum berbeda dari buku-buku mereka sebelumnya, agaknya Hanum terlalu egois dan ambisius dengan segala impian dan keinginannya menjadi presenter seperti Andy Cooper dan membiarkan pesona Rangga menjadi sosok suamiable (cocok dijadikan suami) idaman para wanita. Bukan hanya itu saja buku ini banyak sekali kejutan yang akan membuat kita berkata “Ih, Gila ya!” atau “What?!” dan emosional kita tak hentinya berubah-rubah dan terbawa alur cerita, sang penulis juga kali ini membiarkan pembaca membenci Hanum atau Rangga, mencintai Hanum atau Rangga atau bahkan keduanya.

Dari segi tulisan dan alur memang sudah tidak diragukan lagi bagusnya, bagian menarik dari buku ini ada pada setiap lembar yang ditulis pasangan suami istri ini. Dari segi cover sama dengan buku-buku sebelumnya yang selalu eye catching  dengan warna tosca, warna yang diidentik oleh para hijabers ini sudah dipastikan sesuai dengan target market dari buku ini. Pertama kali melihat cover buku ini saya sudah jatuh cinta apalagi setelah saya membacanya, seraya selalu dzikir dan doa agar bisa sekuat dan tangguh Hanum dan mendapatkan imam seperti Rangga yang sabar, setia dan selalu menjauhkan pada kegelapan.

Sebagai pe-review awam, saya rasa tidak ada kekurangan dari buku ini kecuali beberapa tulisan typo, menurut saya ini kewajaran karena buku ini saya beli cetakan pertama dan juga kebanyakan typo yang ada cuma kurang spasi aja kok. Lebih apik lagi kalau gak ada typo sama sekali. Hehe. 

Oiya, buku ini adalah buku series dari novel Hanum & Rangga, Bulan Terbelah di Langit Amerika yang sudah di filmkan pada Bulan Desember 2015. Dan Kemungkinan buku ini akan difilmkan lagi. Yang paling saya tunggu-tunggu adalah kelanjutan dari novel ini, The Converso yang konon katanya akan terbit tahun 2016, bisa dipastikan Hanum & Rangga akan mempromosikan buku barunya bersamaan dengan promosi film yang diangkat dari novelnya.



Lalu bagaimana, apakah kamu menemukan kesamaan novel Faith and the City dengan novel Sex and the City? 


Rating goodreads.com/diahsally : 4/5






No comments:

Post a Comment