Autobiografi Amalia Prabowo: Wonderful Life (Book Review)

Judul: Wonderful Life
ISBN: 9-786024-24--1759
Penerbit: POP
Penulis: Amalia Prabowo
Terbit: Agustus 2016 (Cetakan ke-2)
Halaman: 173 halaman
Bahasa: Indonesia
Harga: Rp 50.000 (Gramedia)

Autobiografi Amalia Prabowo: Wonderful Life. Buku ini adalah contoh jelas bahwa tidak ada yang salah pada pola asuh otoriter. Didikan otoriter Bapak dari Amalia, mendisiplinkan sang anak untuk membaca koran setiap pagi dan mengujinya, me-nomor satukan akademis, membuat Amalia menjadi sosok orang yang disiplin, mandiri, kompetitif dan pantang menyerah.

Setiap pagi sang Bapak bertanya kepada  Amalia dan kaka-kakaknya isi dari koran hari ini, jika tidak bisa menjawab sang Bapak sudah siap memukul dengan koran, sambil berkata “Membaca itu adalah jendela dunia. Kamu akan akan menonjol dalam pergaulan jika pengetahuanmu luas! Percaya dirimu akan tumbuh kuat jika engkau paham banyak hal! Orang akan menghargai isi otakmu bukan penampilanmu!”

Berkat didikan sang Bapak yang disiplin, Amalia berhasil masuk ke Universitas ternama di Indonesia melalui jalur PMDK-non tes. Setelah lulus kuliah dengan ipk tinggi Amalia menikah dengan dengan pria ningrat dan mengadu nasib di Jakarta. Setelah menerima penolakan dari beberapa perusahaan, akhirnya Amalia diterima di perusahaan agensi ternama sebagai “resepsionis”, pekerjaan yang setingkat diatas office boy. Namun, lagi-lagi buah didikan dari sang Bapak yang membuat karir Amalia melesat jauh sampai menjadi CEO perempuan pertama di perusahaan advertising multinasional.

Karir melsesat, dan tanggung jawab pun bertambah. Tanpa terasa Amalia menggali sendiri jurang dengan suami, Amalia berpisah dengan suami setelah 10 tahun pernikahan.
Dua tahun hidup dalam kesendirian dan kesepian, akhirnya naluri kewanitaan Amalia mendambakan dan menginginkan anak. Dan dari hasil pernikahannya hadirlah Aqil. Amalia selalu membeli buku dan menaruhnya di rak, dengan harapan buku-buku itu kelak dibaca oleh Aqil ketika besar. Namun, Tuhan berkehendak lain, ketika di bangku sekolah Aqil mengalami kesulitan dalam belajar, memperlihatkan kesulitan dalam membaca, menulis dan berhitung dan tertinggal dari murid yang lain.

Sesuai didikan sang Bapak, Amalia memilihkan sekolah yang terbaik untuk mendapat pendidikan yang mumpuni, sekolah bertaraf International di Indonesia. Pada saat Aqil di kelas tiga SD, Amalia mendapat kabar dari pihak sekolah bahwa Aqil mengalami disleksia, gangguan dalam membaca yang disebabkan kesulitan otak dalam membedakan simbol dan merangkainya. Seperti layaknya para orang tua lain yang mendengar berita tersebut, seakan-akan dunia runtuh dan mengalami penolakan, marah, bimbang dan depresi sampai akhirnya berobat ke psikolog. Dari saat itulah Amalia sadar bahwa bukan hanya Aqil yang membutuhkan perawatan tetapi justru orang tuanyalah yang harus diobati terlebih dahulu, sampai akhirnya Amalia berhasil memasuki dunia Aqil, dunia imajinasinya dengan goresan pensil pada kertas putih. Amalia menyadari bahwa komunikasi antaranya dan Aqil harus memiliki “wahana” dan Amalia pun berhasil menemukanya melalui goresan dan lukisan Aqil.

Membaca buku ini bukan hanya dapat memahami bentuk pola asuh otoriter, tetapi Amalia juga memberikan contoh dan solusi mengenai teori rentang berduka berduka menurut Kubels-Ross yaitu; Denial, Anger, Bargaining, Depression & Acceptance. Selain itu, buku ini dihiasi dengan ilustrasi dari Aqil yang indah dilihat. Cover yang dibuat Teguh Tri Edyan lebih menarik perhatian saya dibanding cover buku ini dengan versi pemain filmnya. Dan pastinya buku ini sangat menarik karena Amalia menyelipkan banyak qoute bagus dan menampar, yang terfavorit menurut saya adalah “Nafas ini harus dibayar dengan perjuangan dan kerja keras”, saya merasa tertampar karena kadang saya menyia-nyiakan nafas yang Tuhan berikan dengan gratis dan percuma. Sayangnya, foto-foto pada buku ini dicetak tidak berwarna, sehingga dilihat kurang menarik, masih ada beberapa tulisan yang typo dan ulasan atau artikel prestasi Aqil yang berhasil dimuat di web sebaiknya dilampirkan juga dengan mencantumkan link-nya. 

Demikian review mengenai buku Wonderful Life karya Amalia Prabowo, buku ini akan diangkat ke layar lebar. So, kunjungi bioskop kesayangan kamu pada tanggal 13 Oktober 2016 yaa


Rating: 4/5

No comments:

Post a Comment