Trilogi Gumaman Kang Maman (Book Review)

Judul: Trilogi Gumaman Kang Maman
ISBN: 978-602-375-796-1
Penerbit: Grasindo
Penulis: Maman Suherman
Terbit: Januari 2017
Halaman: 168 halaman
Bahasa: Indonesia


“Setiap membaca kutemukan dunia baru. Dan, aku menulis untuk membuat jendela, guna melihat dunia baru-dunia baru berikutnya”.

Menandai 30 tahun kariernya, Kang Maman menulis trilogy Gumaman Kang Maman (Sundul Gan, NoTulen = Tidak Asli tapi Hamba Allah & Aku Takut Kehilangan-Mu) menjadi pelengkap 12 buku yang telah ditulisnya selama 4 tahun terakhir.

Ciri khas yang melekat pada semua buku Kang Maman adalah ia konsisten membahas tentang cinta, keluarga, wanita & politik. Pemilihan tema yang sangat digandrungi pembaca, membuat karya-karya Kang Maman mampu menyihir para pembacanya, terutama saya. Tak heran bila ada beberapa pembahasan yang sudah dibahas dibuku-buku sebelumnya, dan dibahas dibuku trilogy ini pun tak akan bosan karena akan menjadi pengingat kembali bagi pembaca. Namun kali ini, Kang Maman memberikan sentuhan yang berbeda setiap babnya, agaknya setiap buku dan bab dibahas lebih dalam dan kalimat sentilan akan membuat pembaca terkadang tertawa, meringis bahkan tersenyum sinis.

Kang Maman yang kerap disebut “pemulung” kata telah mengkombinasikan kata-kata yang “dipungut” dari berbagai sumber, Al-Quran, Hadist, kisah Nabi SAW, bahkan tulisan yang dibuat oleh adiknya dan pemikiran cerdasnya, membuat trilogy ini semakin manis. Hampir di setiap babnya menggunakan gaya bahasa dan teknik story telling yang luwes serta true story membuat pembaca asik memasuki dan menjelajahi dunia Kang Maman mulai dari kecil hingga kini, karena terasa amat sangat jujur, sehingga hal inilah yang menyentuh hati dan pesan yang ingin disampaikan Kang Maman pun sekiranya dapat diterima baik oleh pembaca setianya. Pemilihan diksi yang sangat rapi, logic dan out of the box menjadi perbedaan antara buku Kang Maman dan buku self improvement lainnya.

Sundul Gan hadir dengan cover berwarna kuning yang didesain dengan foto Kang Maman, membuka tulisan dengan judul orang lain dan ditutup dengan bab Sindrom setelah menjadi Mantan, dapat diambil intisari bahwa Gumaman Kang Maman, Sundal Gan hadir terinspirasi dari berbagai orang yang pernah dia temui, baik keluarga, sahabat bahkan kenalannya. Bahkan kalau boleh dibilang Kang Maman menulis tentang orang-orang tersebut selain agar menjadi pembelajaran untuk pembaca juga sebagai bentuk apresiasi, bahkan bisa dibilang Kang Maman memberikan mereka hadiah yang sangat mahal bahkan tak terhingga harganya karena menuliskan kisah luar biasa tentang mereka pada sebuah buku yang mana tak akan lekang oleh zaman.

NoTulen = Tidak Asli tapi Hamba Allah, hadir dengan sangat menawan dibalut dengan cover berwarna pink dan didesain dengan foto Kang Maman yang kerap diambil pada saat menjadi Notulen ILK (Indonesia Lawak Klub). Didesain sama apik dengan teman-temannya, namun kali ini yangmenjadi pembeda adalah adanya karikatur yang menjadi pemanis dan penyempurna desain. Diawali dengan gumaman terima kasih mantan dan ditutup dengan kumpulan sentilan pendek tentang cinta dan persahabatan, membuat buku ini hadir dengan mayoritas perasaan menggemaskan, karena memang pada buku ini banyak membahas tentang cinta, CLBK dan mantan. Namun, bab persahabatan pun tak kalah menariknya untuk ditelaah, terutama pada bab Warkop DKI, menyadari bahwa persahabatan yang terjalin antara Warkop DKI pasti akan menjadi keinginan setiap pembaca untuk memilikinya. Bukan hanya itu Kang Maman pun kerap bergabung dengan beberapa comedian lainnya, bahkan menjadi pengurus PaSKI (Persatuan Seniman Komedi Indonesia) dan membuat program televisi lawak lainnya, membuat pertanyaan besar bagi saya, kenapa Kang Maman jarang sekali mencantumkan lawakan pada setiap tulisannya?. Hampir di setiap bukunya membuat pembaca terenyuh dan hanyut dalam kisah yang dibuatnya.

Aku Takut Kehilangan-Mu menjadi penutup yang lengkap untuk trilogy Gumaman Kang Maman, karenanya seluruh isi buku ini ditulis guna mengingatkan pembaca bahwa segala hyang ada di dunia ini semua milik-Nya dan manusia tak boleh takut akan kehilangan harta benda tetapi takutlah jika kehilangan-Nya. Semua yang ada di muka bumi ini akan bermuara pada hari akhir dan kembali kepada-Nya, seperti salah satu bab dalam buku ini tentang “Early Warning” buku ini pun layaknya early warning bagi pembacanya.

Membaca buku Kang Maman, sama saja kita melihat hidup atau dunia dari sisi yang berbeda, bahkan dari sisi yang kadang kita sebut tabu. Yang bahkan tak pernah terpikirkan oleh kita untuk menuliskannya bahkan melakukannya. Dan kali ini ia menambah pengetahuan pembaca dengan beberapa kosakata baru, bahasa baru dan pastinya kehidupan baru.


Rating Goodreads.com: 3/5 

Comments

Popular posts from this blog

Menteri Favorit ala Diah Sally

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berbicara Di Depan Umum

3 Jenis Narasumber & Solusinya