3 Jenis Narasumber & Solusinya


Jika kamu sering menjadi moderator pada berbagai acara, pasti kamu akan menemui banyak sekali  jenis narasumber-narusmber yang mungkin tanpa kamu duga. Ada narasumber yang harus dipancing untuk berbicara dan ada juga yang kita senggol sedikit saja, dia sudah berbicara panjang lebar kali tinggi. Kali ini, saya akan berbagi tentang jenis-jenis narasumber beserta solusinya. Dan pada dasarnya, jenis-jenis narasumber ini jika kita tidak bisa meng-handle nya maka akan menjadi boomerang untuk kita sebagai moderator atau MC, olehkarena itu kita butuh solusi yang tepat.
So, saya merangkum jenis-jenis narasumber menjadi tiga atau disingkat menjadi 3P. Check this out….

1. Pendiam

Jenis narasumber yang pertama adalah Pendiam atau pelit mengeluarkan suara. Sifat narasumber yang seperti ini sangat kontras dengan sifat MC atau Moderator yang mana mayoritas atau bahkan keseluruhannya adalah orang-orang yang sangat royal dan loyal dengan suaranya, kalau ada MC atau Moderator yang pelit mengeluarkan suara, saya jamin karirnya akan selesai sebelum 2 tahun. Memang paling menyebalkan ketika hal ini terjadi, apalagi narasumber kita sedang membahas yang memang bukan kita banget. Misal, kamu hobi makan sedangkan sang narasumber kita expert di bidang perpajakan dan kamu mewawancarainya dengan tema perpajakan dengan durasi 3 jam, sedangkan si narasumber ketika diberi satu pertanyaan, jawabanya cukup 3 kalimat. Bisa kebayang, bagaimana keselnya sang moderator dan MC?

2. Penyinyir

Penyinyir bukan Penyihir. Beda. Penyinyir bisa juga diartikan cerewat atau disini saya mengartikannya nyablak atau asal jeplak alias ngomongnya tanpa disaring. Narasumber yang seperti ini juga bisa jadi boomerang menurut moderator atau MC. Menurut saya, narasumber bercanda (main kata-kataan) dengan MC atau Moderator adalah hal yang sangat wajar . Suatu ketika di pertengahan tahun 2017 saya pernah menjadi MC di salah satu acara yang narasumbernya Penyinyir sakti, iyaa dia berbicara tanpa menyaring kata-katanya terlebih dahulu. Dan yang terlontar dari mulut si narasumber bahwa si MC (saya) suaranya cempreng di depan seluruh audience yang dengan total 400 orang, ketika itu saya sama sekali tidak marah hanya kesal haha. Bayangkan selama 6 tahun saya melalang buana sebagai MC dan Moderator baru kali ini saya dibilang cempreng, kamu bisa kebayang bagaimana menjadi saya?

Selama 6 tahun ini saya bukan hanya menerima job sebagai MC atau Moderator dalam sebuah acara, saya pun selalu upgrade ilmu saya dengan belajar dari sang expert. Terakhir saya bergabung dengan @KelasPenyiar_id kelas tentang boardcasting yang memang dimentori oleh broadcaster dari radio dan televisi, ketika final assessment di Kelas Penyiar pun saya masuk dalam 4 besar dengan nilai tertinggi, ditambah jika teman-teman saya mempunyai acara, masih sering panggil saya sebagai MC dan bahkan dengan kampus saya, padahal saya sudah lulus sekarang ini. Toh, Nycta Gina & Desta semua orang suka aja kalau dia menjadi Penyiar Radio, bahkan di waktu prime time lagi. Bagaimana pun juga selera orang berbeda-beda, mungkin narasumber saya yang satu itu butuh MC dengan suara yang aduhai, eh tapi kalau MC suaranya aduhai mending dia beralih profesi sebagai penyanyi, yang notabene duitnya lebih banyak. Haha.

3. Penghangat Suasana

Waktunya sujud syukur ketika mendapat narasumber yang seperti ini (Penghangat Suasana), enak banget, asli. Kita cuma senggol sedikit dia akan langsung berbicara, tapi jangan sampai kita gabut (makan gaji buta). Dosa. Tugas narasumber adalah memberikan informasi, sedangkan tugas MC atau Moderator adalah menjadi jembatan menyalurkan info tersebut kepada audience. So, tugas kamu sebagai MC atau Moderator cukup meramaikan dan membuat suasana lebih meriah sehingga acara berjalan dengan lancar.

Tapi jangan khawatir, 3 jenis narasumber di atas solusinya kurang lebih sama dan dua tipe narasumber di atas tidak akan terjadi. Kalau kamu sebelum bertemu narasumber, googling tentang tema yang akan dibahas, kalau bisa kamu tahu sampai seluk beluknya tentang tema tersebut, dan buat pertanyaan dari apa yang kamu baca, hal ini dilakukan sebagai tambahan pertanyaan dalam membahas tema ke pada narasumber.  Selain itu, pastikan juga kamu mengetahui background si narasumber detil atau bahkan sampai ke dalam-dalamnya lebih baik. Dulu salah satu penyiar radio berbagi ilmu kepada saya dan teman-teman, beliau mengatakan bahwa ada artis yang di sosial media asik tetapi ternyata ketika di wawancara, masyaAllah pelit banget sama suaranya, mungkin sang artis mau menjaga suaranya, untuk mempersiapkan diri bernyanyi di suaru event.  Dan juga pastikan sebelum mewawancarai narasumber, kamu bertemu dan berbincang dengannya terlebih dahulu dan juga pastikan buat kesepakatan agar dia tidak pelit dalam menjawab pertanyaan. Tapi sounding untuk bagian yang terakhir ini menggunakan kata-kata halus ya.


No comments:

Post a Comment