Tren Kuliner Masa Kini

Kuliner menurut situs Beach Boys adalah hasil olahan yang berupa masakan berupa lauk-pauk, panganan kegiatan masak-memasak yang erat kaitannya dengan konsumsi makanan sehari-hari. Karena setiap daerah memiliki cita rasa tersendiri, maka tak heran jika setiap daerah memiliki tradisi kuliner yang berbeda. Dan antara satu daerah ke daerah lain memiliki saling keterkaitan, seperti aku sama kamu gitu. Hehe.

Hoky Situngkir, Penulis buku Kode-kode Nusantara sekaligus penggagas komunitas Sobat Budaya Indonesia, meneliti melalui scinece &math tentang budaya Indonesia, alat musik, bahasa, batik kuliner dll. Dan ternyata Indonesia mempunyai ribuan kuliner, bahkan sambal yang seringkali berfungsi sebagai penafsu makan, ada ratusan jenisnya. Dan kalau dilihat makanan khas daerah Jawa dominan dengan rasa manis, Sumatera dengan rasa pedasanya.

Tetapi akhir-akhir ini sangat banyak sekali muncul kuliner-kuliner baru di Indonesia, dengan tagline kuliner masa kini, ada juga yang bilang oleh-oleh masa kini. Beberapa artis muncul dengan bisnis kue di daerah-daerah. Kalau melihat dari segi bisnis, memang pencetus ide ini sangat berani dan gila, mengajak beberapa artis untuk membuat usaha pangan yang memang siapa pun akan selalu membutuhkannya, dalam artian bisnis ini tidak akan mati ditelan zaman. Dan hebatnya lagi bisnis kue ini sesuai daerah letak mereka membuka outlet, seperti Makuta Bandung, Gigieat cake Depok, Strundel Malang dll. Hal ini dilakukan agar setiap mereka ke Bandung mereka akan mengingat Makuta sebagai buah tangan yang bisa diberikan oleh orang-orang tercinta, selain itu kue-kue ini lebih simpel, elegant, awet dan tahan lama ketimbang makanan khas daerah-daerah lainnya.


Menurut saya apa yang dilakukan artis-artis itu sangat-sangat hebat, brilian serta cerdas. Namun, saya setuju dengan pengertian kuliner menurut Beach Boys dan penelitian tentang kuliner dari Bang Hoky. Setiap daerah mempunyai ciri khas yang berbeda. Khawatirnya karena kepopuleran bisnis tersebut, anak-anak kita nanti ketika ditanya makanan khas daerah Bandung apa? Sangat ditakutkan mereka menjawab Makuta Bandung. Huft. Makanan khas setiap daerah seperti Gudeg, Pecel, Pempek, Tekwan dll adalah peninggalan dari orang-orang sebelum kita. Agar tidak punah, kitalah yang harus menjaga dan melestarikannya dengan cara tidak melupakan dan bisa mempromosikannya sampai kancah International.

Mempromosikan kuliner atau makanan khas setiap daerah, banyak sekali caranya. Beberapa waktu lalu, kawan saya sharing tentang bisnis cateringnya, dia pun berniat untuk membuka pesanan untuk makanan-makanan khas di daerah, so saya menambahkan bahwa, kalau bisa bisnis yang dibuat mempunyai nilai komunikasi, dapat menginformasikan sesuatu. Jadilah saya berkata agar siapa pun yang membeli makanan dari dia dapat mengetahui nilai-nilai dari makanan tersebut, misal kenapa rendang asal Padang itu pedas, kenapa tidak manis (semur daging) seperti buatan orang Jakarta. Semua ada nilai yang bisa dibagi, agar siapa pun yang memakannya bukan hanya sekedar makan, tetapi merasakan/mengetahui bahwa orang-orang terdahulu kita membuat makanan bukan hanya sekedar memasak dan enak.

Hal itu adalah sebagai salah satu wujud melestarikan budaya (makanan) khas Indonesia. Bagaimana kalau para artis-artis itu membuat bisnis kuliner dengan memadukan, makanan ciri khas daerah tersebut, misal Makassar Baklave by Irfan Hakim dan Bosang Makassar by Ricky Harun ada rasa-rasa dari Coto Makasar, atau Palembang Lamonde by Irwansyah bisa ditambah kuah Tekwan atau mungkin ditambah cuko pempek, boleh juga ditambah ikan ebi kuenya biar tambah #DakKatekDuonyo haha. 

Comments

Popular posts from this blog

Menteri Favorit ala Diah Sally

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berbicara Di Depan Umum

3 Jenis Narasumber & Solusinya