Obesitas Membuat Kamu Susah MOVE ON (?)



"Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan"
Ketika SMA, pemimpin saya selalu menyelipkan kalimat tersebut di sela-sela pidatonya. Yang artinya, makan itu secukupnya dan tidak berlebihan. Hidup itu harus fokus dengan tujuan. Kalau segala sesuatu punya tujuan maka kita pun akan selalu menjaganya tetap dalam jalur atau on track. Jadi, jangan terlalu fokus, dikit-dikit makan, tetapi jangan sampai juga kita lupa makan karena bagaimana pun juga tubuh kita butuh asupan yang baik.

Tanggal 23 Juli, adalah hari anak nasional di Indonesia, ketika itu saya melihat di televisi bahwa ada beberapa pakar yang mengatakan bahwa menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, terdapat 18,8 persen anak-anak di Indonesia, usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 10,8 persen mengalami obesitas. Wow, angka yang sangat mengejutkan. Obesitas pada anak-anak akan menghambat beberapa aspek pertumbuhan anak. Bukan hanya itu saja, anak-anak yang mengalami obesitas, maka kemungkinan besar akan cenderung mengalami obesitas ketika dewasa, bahkan parahnya lagi akan terserang beberapa penyakit, seperti, asma, diabetes dan perlemakan hati.

Perlemakan hati ini sangat berbahaya karena kemungkinan besar jika kamu terkena penyakit ini akan susah move on, dikarenakan kamu memiliki hati yang besar, hati yang penuh cinta berlebihan, jadi dipastikan kamu akan susah move on dari mantan. Punya hati yang tidak berlemak saja sudah susah move on apalagi berlemak. Tidak, seluruh kalimat pada paragraf ini hanya bercanda, jadi jangan menanggapi terlalu serius. Eh, maaf maksud saya bersungguh-sungguh, saya agak trauma dengan kata serius, karena yang dulu, ketika saya serius, dia minta putus.

Obesitas pada ank sangat mudah sekali dikenali, salah satunya adalah berat badan di atas rata-rata normal pada anak sebayanya dan juga mengalami kenaikan berat badan setiap bulannya. Kenali obesitas sejak dini, agar menjauhkan anak dari beberapa penyakit ketika dewasa. Dan juga menghindari penyakit menurun, karena bisa jadi anak-anak terkena obesitas karena faktor genetik.

Olehkarena itu, alangkah baiknya untuk mencegah atau menghindari obesitas pada anak, orang dewasa memberikan makanan yang sehat dan sempurna. Berikan anak makanan yang kaya akan protein dan bergizi. Jangan biarkan anak jajan sembarangan di luar sana.

Rumah saya dekat dengan sekolah, dan pernah sewaktu-waktu saya melihat anak-anak sekolah jajan makanan tersebut. Dan saya pun penasaran kenapa anak-anak ini rela antre untuk jajan. Melihat cara si penjual menyajikan makanan tersebut, saya cukup terkejut, tangan si penjual (yang entah habis pegang apa atau mungkin saja mengupil), yang sudah dipastikan tidak terlalu memikirkan kebersihan apalagi kesehatan.

Dan sebagai orang dewasa, jangan memberikan anak-anak makanan cepat saji atau junk food. Karena junk food inilah yang sangat berbahaya dan menjadi kontributor utama bagi obesitas. Beberapa waktu lalu saya melihat artis Hollywood mem-posting foto diri dengan memakai costum dari restoran cepat saji ternama untuk merayakan hari junk food se-dunia.

Saya pun terheran dengan kejadian tersebut, saya yakin mereka pasti tahu bahwa junk food adalah makanan yang sangat berbahaya. Lalu, apa alasannya untuk merayakan sesuatu yang mempunyai impact sangat berbahaya bagi tubuh. Perusahaan junk food ternama di dunia, mulai menggunakan artis-artis papan atas untuk mempromosikan brandnya. Hal ini lah yang menjadikan anak-anak ingin memakan junk food, karena melihat makanan tersebut dipromosikan oleh artis ternama. Padahal belum tentu, makanannya sehat apalagi bergizi.

So, avoiding the children from junk food and stay healthy, kids.



No comments:

Post a Comment