Save Your Future Children’s Life



Dewasa ini perempuan yang berkeluarga umumnya mengkombinasikan tugas sebagai ibu dengan kegiatan bekerja, begitulah sebagaimana yang saya baca buku karya Crawford & Unger. Sejalan dengan itu, Papalia & Old pernah meneliti bahwa, 2 dari 5 anak berusia di bawah 5 tahun di Amerika yang merupakan anak dari ibu yang bekerja di luar rumah. Dan hal ini juga dikuatkan dengan perolehan data dari jakarta.go.id mengenai jumlah perempuan yang bekerja di DKI Jakarta setiap tahunnya mengalami penaikan, pada Agustus 2014 jumlah wanita bekerja di DKI Jakarta berjumlah 1.693.773 orang sedangkan pada bulan Agustus 2015 terdapat 1.799.376 orang. Hal ini dapat dilihat bahwa adanya penaikan jumlah wanita bekerja di ibukota sebesar 105.603 orang wanita bekerja dalam statistik dua tahun terakhir.


Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa semakin banyaknya orang tua yang menjadikan sekolah tempat belajar seutuhnya serta menyerahkan anak sepenuhnya kepada sekolah, padahal orang tualah yang seharusnya menjadi sekolah pertama bagi anak dan mempunyai peran utama bagi pertumbuhan anak.


Hari senin tanggal 17 Juli 2017 kemarin adalah hari pertama masuk sekolah, beberapa postingan teman facebook dan instagram memposting foto mereka yang mengantar anaknya sekolah, yang lebih menarik perhatian saya adalah postingan dari artis papan atas, Dian Sastro. Ia mengantarkan anaknya yang laki-laki yang sekarang menginjak Sekolah Dasar (SD), sekolah yang lebih besar dan lebih banyak orangnya ketimbang Taman Kanak-Kanak. Dian Sastro, mengatakan pada postingan tersebut bahwa dia sangat khawatir dengan anaknya, khawatir karena perpindahan dari sekolah yang sebelumnya hanya diisi oleh anak-anak sebaya atau lebih tua 1 sampai 2 tahun. Yang tak kalah menariknya adalah bagaimana dia kembali pada zaman dimana ia dahulu masuk pertama sekolah dengan orangtua nya yang berdandan rapi dengan sepatu hak tinggi karena langsung pergi ke kantor.
Disas, begitu sapaannya, membuktikan apa yang pernah dikatakan oleh Politisi Afrika - Amerika yang pernah didominasikan sebagai presiden AS dari Partai Demokrat tahun 1983 dan 1987, Jesse Jackson yang berpendapat bahwa, anak-anakmu lebih butuh kehadiranmu daripada hadiahmu. Artis papan atas sekaliber Disas cuti satu hari, bisa jadi menolak tawaran photoshoot senilai ratusan juta, demi menemani buah hatinya pergi ke sekolah.


Senada apa yang dilakukan Disas di atas, Bapak Anies Baswedan sewaktu menjabat sebagai Menteri Budaya dan Pendidikan, mempunyai program bagi stafnya yaitu, mengantarkan anaknya sekolah. Menurut saya hal ini sangat-sangat briliant, karena sepengetahuan saya ketika kuliah mengambil program studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengantarkan anak ke sekolah sangat penting, selain membangun attachment (pendekatan) baik secara fisik maupun emosional antar anak dan orang tua, pastinya orang tua walaupun terpaksa akan terlibat pada pendidikan serta pertumbuhan anak. Lebih baik lagi ketika mengantarkan anak ke sekolah orang tua sambil berbincang tentang kegiatan apa saja yang dilakukan di sekolah kemarin, dan lain-lain. Jangan sampai karena ibu bekerja, lalu anak diabaikan, padahal bukankah anak adalah anugerah dan amanat yang dititipkan Allah, yang namanya amanat (titipan) harus dijaga dan dirawat dengan baik.


Jikalau orang tua menempatkan dirinya sebagai sekolah pertama bagi anak, niscaya tidak ada lagi kejadian beberapa waktu lalu, yang sempat viral di instagram, video anak SMP mengatakan kata kasar, serta menjambak dan menendang temannya di salah satu pusat belanja terbesar di Jakarta dan juga tidak ada lagi anak kuliah yang mem-bully dan kompak menertawakan temannya yang berkebutuhan khusus.


If you save your family, it's mean you save your future children life.


Comments

Popular posts from this blog

Menteri Favorit ala Diah Sally

Do What You Love and Love What You Do

Menertawai Hal Yang Tabu Ala Slavoj Zizek