The True Story of Everything for a Reason



Kata orang, everything happend for a reason. Bahkan segala sesuatu yang terjadi dengan kita memang sudah di atur Sang Khaliq yang Maha Asik, dan semuanya pasti ada hikmahnya. Dan saya pun percaya bahwa ketika kita punya mimpi dan mau berusaha dengan sungguh-sungguh, maka Sang Pencipta akan mewujudkannya, jika tidak itu berarti kita harus bersiap mendapat apa yang kita butuhkan.

 Tahun 2016, saya dapat kabar dari senior kampus, Ka Rieztya, staff Promosi Univ Al Azhar Indonesia (UAI) untuk isi materi tentang kunjungan sekolah buat tim promosi UAI yang baru. Karena promosi sudah banyak sekali berjasa, saya pun langsung meng-iya-kan, tanpa tapi dan nanti. Namun, H-1 acara ka Riezty menginformasikan kalau main speaker yang mengisi materi Public Speaking sakit, dan minta tolong saya untuk menjadi pengganti. Lumayan sedikit kesal, cuma karena memang saya suka tantangan. So, I took it & nggak tidur semalem-an demi menyelesaikan slide presentation (yang ala kadarnya) .

Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan adik-adik di promosi menerima materi saya dengan baik. Setelah itu saya berpikir. Allah itu super duper baik. Bahkan dulu saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi pembicara materi public speaking di depan tim promosi yang baru. Dan yakin Allah mengirimkan Ka Riezty sebagai perantara untuk mewujudkan mimpi saya .
Saya menjadi tim promosi sejak tahun 2012, waktu itu, ketika wawancara bahkan tidak tahu ini sebenarnya bagian dari ekstrakulikuler atau apa. Namun, ternyata saya terpilih dan resmi bergabung, bahkan aktif. Niat, ketika itu bukan karena uang, tetapi murni untuk membantu kaka-kaka di promosi untuk mempromosikan kampus yang satu-satunya kalau azan berkumandang, proses belajar mengajar dihentikan sejenak, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI).

Lagi-lagi saya membuktikan bahwa everything happend for a reason, bahkan saya dapat banyak sekali pengalaman GRATIS yang tidak didapatkan di dalam kelas ketika sekolah. Dan yang lebih mengharukan bahwa, sampai sekarang pihak kampus masih mempercayai saya untuk menjadi salah satu MC di acara mereka. Dan tanpa saya sadari bahwa pihak kampuslah yang telah memberikan saya banyak kesempatan untuk bisa mengeksplore kemampuan saya dalam dunia public speaking.


Terima kasih, Ya Allah sudah mengirimkan Ka Riezty, Ka Riri dan seluruh staff Promosi UAI yang bantu mewujudkan salah satu mimpi saya. Saya tidak bisa balas apapun ke ka Riezty, Ka Riri dan seluruh staff Promosi, yang saya bisa lakukan adalah berdoa agar mereka menjadi pribadi yang diinginkan kampus dan diwujudkan segala keinginannya. Bukankah hadiah terbaik dari seseorang kepada kita adalah doa yang tulus. 

No comments:

Post a Comment