Coco: Film Animasi yang Menyentuh


Pixar tahun ini bangkit kembali dengan film Coco. Pemeran utama dalam film ini adalah anak bocah berusia 12 tahun yang ingin menjadi seorang musisi, namun terhalang oleh sang keluarga yang tidak membolehkannya. Sang bocah yang diam-diam mendambakan musisi ternama Meksiko yang sudah wafat, berusaha untuk bisa bernyanyi dan bermain gitar seperti penyanyi idolanya.


Konflik dimulai ketika si anak mulai membantah keluarga untuk tetap mengejar cita-citanya, menjadi musisi dan ingin mengikuti lomba menyanyi di alun-alun, mungkin yaa namanya kalau di Indonesia. Sayangnya, jika ingin mengikuti lomba tersebut, sang penyanyi harus bisa dan memiliki alat musik untuk dimainkan, ketika itu gitar si anak dirusak oleh sang keluarga, namun itu semua tidak menghalanginya dan akhirnya si bocah mengambil gitar di pemakaman sang idola. Untuk bagian itu, jangan bayangkan pemakan di Indonesia, jelas berbeda, mangkanya nonton film ini biar gak abstrak. Hehe.


Yeah, hal yang paling bisa menyentuh hati adalah ketika menceritakan kehilangan seseorang, kehilangan arah, bahkan kehilangan masa depan yang seharusnya masih abtrak tapi sudah bisa ditentukan oleh orang tua atau keluarga, mungkin.


Film ini bahkan bisa membuat orang dewasa menangis karena saking menyentuhnya. Kisah kehilangan buyut sang bocah yang tidak disangka-sangka ternyata adalah pencipta lagu yang dia suka dari sang idola. Sang idola, musisi yang dibanggakan ternyata adalah orang yang jahat karena gtelah mengambil lagu sang buyut ketika semasa hidup.


Orang yang sudah meninggal memang sudah tidak berwujud nyata di muka bumi ini, tapi bukan berarti kita harus melupakan mereka yang sudah kembali ke Sang pencipta. Jangan pernah melupakan mereka, apalagi kebaikannya. Mereka boleh tiada, namun selalu ada di hati. karena itulah cara terbaik untuk tetap mengenangnya.


Awalnya, saya pikir film ini tidak begitu melankolis, melihat premis yang cukup mainstream yang sudah sering sekali digunakan dalam sebuah film. Voila! Salah besar, twist yang dihadirkan sangat sangat membuat terkejut dan unpredictable. Bahkan lagu Remember Me, sangat pas membuat siapa pun yang menonton menguras air mata. Film ini membuktikan bahwa, premis boleh saja familiar, namun eksekusi yang menentukan apakah film itu layak mendapat penghargaan best movie? 


Sejauh ini, Coco adalah film animasi favorit saya di tahun 2017. Kalau kamu?

Rating: 4/5


Comments

Popular posts from this blog

Menteri Favorit ala Diah Sally

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berbicara Di Depan Umum

3 Jenis Narasumber & Solusinya