Pitch Perfect: Kamu Pecinta Acapella? Harus Nonton Film Ini!


Acapella adalah lagu yang dinyanyikan tanpa bantuan alat musik. Music yang dibuat juga menggunakan alat indera. I think, it’s sound so great! Bisa buat suara bass, gitar, piano, dll lewat mulut. Cool guys.


Dan pitch perfect was really cool for me. Tahun 2012 Universal mengeluarkan film Pitch Perfect, film yang diangkat dari sebuah buku karya Mickey Rapkin ini member angin segar pada dunia perfilman, khususnya dunia acapella. Setahu saya, dan boleh kamu googling juga kalau penyanyi Acapella suka dipandang sebelah mata. Perlakuan seperti itu, karena mereka menyanyikan lagu-lagu yang bukan orisinil, alias lagu cover semua.


Entah kenapa penyanyi Acapella diperlakukan seperti itu. Saya bahkan dari beberpa tahun terakhir sudah follow Mike Topkins, penyanyi Acapella di channel Youtube nya dia. Kalau kamu lihat channel Youtube Topkins, kamu akan jatuh cinta, apalagi dia suka sekali memperlihatkan proses pembuatan dari hasilnya acapella nya yang sudah pasti jelimet.


Hadir sekuel Pitch Perfect 2 & 3 membuktikan bahwa, mereka berhasil  mengangkat derajat acapella ke level yang lebih tinggi, terbukti dengan sekuel yang dihadirkan membuat para penggemarnya untuk kembali melihat karyanya dan magisnya music acapella. Mungkin premis dan plot dalam film ini banyak juga kamu temui di film-film, grup music yang ingin bisa mendapatkan tropi di kejuaraan nasional, namun terhalang dengan pemimpin yang tidak mau berinovasi dalam memberikan penampilannya.


Dalam dunia hiburan inovasi adalah penting, agar penikmat karyamu tidak bosan dan selalu menantikan kejutan yang akan kamu berikan. Kedatangan Becca, Ana Kendrik memberikan inovasi yang membuat penonton merasa Bellas, grup Acapella wanita di Universitas Barden Bella bangkit dan perlu dipertimbangkan dalam music Acapella. Dan nampaknya, sang Sutradara memberikan porsi besar pada Anna Kendrik dalam film ini, terbukti penampilan Becca ketika mengikuti audisi untuk Bellas yang menampilkan Cup Song (When I’m Gone), sangat-sangat menarik hati siapapun yang mendenangarkannya. Cup Songs is viral on internet, bahkan beberpa orang mencoba membuat cover lagu tersebut, ohya beserta cup dancenya.


Yang membuat lucu dalam film ini juga adalah peran Rebel Wilson, Fat Amy. Fat Amy sengaja memperkenal diri kepada orang lain dnegan sebutan “Fat” Amy, yang mana sesuai dengan postur tubuhnya. Hal ini dilakukan agar orang-orang yang bertubuh ramping tidak memnghinanya di belakang. Penulis Skenario yang cerdas. Hal ini juga dapat menjadi pelajaran untuk orang-orang yang suka body shaming.


Bellas, grup wanita acapella yang menggambarkan girls squad yang solid. Saya suka sekali bagaimana sutradara menggambarkan kekerabatan antara anggota Bellas. Terharu.


Mungkin juga kamu akan mengenal hal baru, seperti Riff Off (Adu suara), yang mana akan diberikan sebuah tema dan masing-masing grup harus menyanyikan lagu sesuai tema. Dan pada moment inilah seluruh peserta diuji, seberapa banyak lagu dan penyanyi yang dia ketahui.
Sayangnya, saya kurang begitu menyukai lelucon yang keluar dari film ini, nampaknya agak vulgar. Tapi, saya cukup memahami karena jika di Amerika jokes yang mereka paparkan masih terbilang normal, dan memang market jokes nya bukan untuk netizen Indonesia.


Tapi, bukannya hidup itu lebih indah, jika kita tertawakan bahkan sampai hal yang menurut kita itu tabu atau negative. Hahaha.


Comments

Popular posts from this blog

Menteri Favorit ala Diah Sally

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berbicara Di Depan Umum

3 Jenis Narasumber & Solusinya