Kisah Resign! yang Berkesan (Book Review)


Kapan Terkahir kali pingin resign?


Bagi kamu yang sudah terjun di dunia kerja, mungkin sering sekali bosan dengan pekerjaan yang kamu geluti yang berujung pingin banget resign. Saya kalau kumpul dengan teman-teman, ujung-ujungnya curhat tentang kerjaan dan banyak juga yang dari mereka mau resign. Kalau kamu belum kerja mungkin akan bingung kenapa orang-orang yang sudah bekerja sering sekali mengeluhkan pekerjaannya sampai mau resign. Ibaratnya orang yang pacaran, dikit-dikit si pasangan minta putus, besoknya baikan ya ga pingin putus lagi, begitu saja seterusnya. Sama orang bekerja juga gitu, dikit-dikit pingin resign, besoknya ga mau resign. Hahaha. Orang dewasa memang suka aneh.

Penyebab resign ada banyak mulai dari teman-teman di kantor yang sukanya sikut-sikutan atau bermuka dua di depan bos demi sebuah promosi, bisa juga karena senior yang kalau ngasih kerjaan suka seenaknya udel atau si bos yang bener-bener minta dibacain alfatihah atau yasin sekalian dan ada juga yang mau resign karena gaji ga seimbang sama kerjaan atau dia ngerasa kerjaannya bukan passion. Apapun itu, penyebabnya adalah ketidaknyamanan. Kaya sebuah relationship, kalau sudah ga nyaman ujung-ujungnya minta putus.

Jika berbicara tentang resign, pasti berhubungannya sama hal-hal yang tidak menyenangkan. Namun, berbeda jika kamu membaca buku Resign! karya Almira Bastari.


Bukunya tentang apa?


Seperti judulnya Resign! yang pasti buku ini membahas tentang karyawan pada perusahaan consulting yang selalu ingin resign, setiap karyawan punya alasan masing-masing. Kalau dibuat dalam satu premis kurang lebih sebagai berikut, Seorang karyawan yang ingin resign dari kantornya, namun selalu digagalkan oleh si bos.





Dalam cerita ini ada 4 karyawan yang ingin sekali resign, mereka adalah Alranita pegawai termuda yang ingin resign karena perlakuan si bos yang seenake jidat, Carlo karyawan yang baru menikah dan ingin sekali mencari pekerjaan dengan penghasilan yang lebih tinggi, Karenina karyawan senior yang kerjaan selalu dianggap seperti junior alias salah terus apapun yang dia kerjakan tapi pada kenyataannya memang begitu dan Andre yang pingin resign karena pingin punya kehidupan yang normal maklum baru punya anak dan kamu tahu sendirilah ya, kalau kerja sebagai consultan itu jam lemburnya suka ga liat hari, oh kalau kamu gak ngerti tentang pekerjaan consulting, tak usah khawatir, penulis akan memberikan penjelasan tentang pekerjaan consultan perusahaan.

Ohya, selain bercerita tentang 4 karyawan tersebut, kamu juga akan disuguhkan dengan karakter yang benar-benar bossy abis, Tigran si bos yang buat saya geleng-geleng kepala pas baca novel ini. Dan juga buat saya senyum-senyum sendiri di beberapa karakter Tigran. Parahnya si bos selalu tahu kalau karyawannya minta cuti buat interview di kantor lain hahaha. Si bos indigo kayanya.


Siapa aja yang boleh baca buku ini?


Buku Resign! dilabeli dengan Metropop, walaupun begitu kamu ga usah khawatir buku ini ga ada satu pun adegan ciuman apalagi yang lebih parah dari itu. Aman. Siapapun kamu bisa baca buku ini, apalagi kamu yang pingin ketawa haha-hihi. Kamu yang sudah kerja sih, saran saya wajib beli buku ini karena ini temanya kamu banget, konfliknya deket banget sama dunia kantoran. Bisa jadi setelah baca buku ini kamu yang tadinya mau resign, jadi mantep mau resign *eh hahaha.




Gimana? Masih belum punya keinginan mau baca atau beli buku ini ya.


Hmm, gini sebenarnya yang saya suka dari buku ini bagaimana Almira Bastari menceritakan dunia kantoran dengan gaya bahasa yang sangat luwes dan gak bertele-tele, serta bagaimana dia menyebut para pekerja kantor Cungpret (Kacung Kampret) haha. She’s genius. Kata-kata itu iconic banget, si penulis yang berlatar belakang memiliki pendidikan di Meulbourne dan menciptakan kata itu, agak aneh sebenarnya, tapi itu membuktikan bahwa dunia kerja itu memang kampret banget, mau apapun latar belakang dia apalagi kalau punya bos kaya si Tigran. Hahaha. Saya biasa bercanda dengan kawan-kawan menyebut para pekerja di sebuah perusahaan adalah Budak Perusahaan atau Budak Coorporate, ternyata ada yang lebih saklek ngasih julukan, Cungpret. Kampret emang si Almira ini, jadi ketagihan baca karya dia yang lain, kan. Hahaha.



One more thing, pesan Almira dalam bukunya, semoga kamu bisa menemukan pekerjaan yang baik untukmu dan keluarga. Kalau kamu ga happy, mungkin bisa resign?
Kacung Kampret emang si Almira. Hahaha.


4/5

Comments

  1. Resign, satu kata yang terus ada di benak, tapi merealisasikannya masih berat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha so true Mbak Nunik. Mau resign sih, tapi banyak pertimbangan.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menteri Favorit ala Diah Sally

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berbicara Di Depan Umum

3 Jenis Narasumber & Solusinya