Review Drama Korea K2: Drama yang Paling Asik di Dunia



Menurutmu drama apa yang paling asik di dunia ini?

Semua drama baik film atau pun bukan adalah sesuatu yang paling disukai netizen. Mangkanya, apapun yang berbau drama pasti laku, bahkan di sosial media pun seperti itu. Drama yang paling laku di televisi bisa dibilang drama Keeping Up with Kardhasian yang sekarang sudah hampir season 10. Hahaha. Dari anak-anaknya masih kecil sampai sekarang udah punya anak. Terbuktikan laku keras! Tapi akhir-akhir ini yang paling menghebohkan saya atau bahkan kamu juga dan selalu ingin menonton kelanjutannya adalah drama politik. Selalu asik menunggu siapa yang akan menduduki tahta dan partai politik mana yang akan mendapat banyak kursi. Demi sebuah kemenangan semuanya dilakukan. Begitulah yang dilakukan drama Korea K2 yang tayang pada tahun 2016.

Cerita dramanya tentang apa?



Awal mula bisa nonton drama ini karena saya melihat di TV (channel Korea), ketika itu sedang menampilkan behind the scene dari dram K2. Amazing! My first impression with this drama. Pasalnya pemeran utamanya, Ji Chang Wook benar-benar melakukan adegan action sendiri tanpa stuntman. Drama Korea K2 bergenre drama, politik & action. Menakjubkan melihat behind scene-nya bahkan adegan ketika berantem di parkiran, salah satu kaca mobil yang dipakai pecah, terbukti memang mereka benar-benar berantem dan melakukan adegan ekstrem itu. Daebak! Parahnya, drama ini menggunakan teknik kamera time slice photography, teknik ini sebenernya sudah digunakan oleh beberapa film salah satunya, The Matrix pada tahun 1999. Dan teknik ini baru pertama kalinya dipakai dalam drama Korea, terbukti seluruh tim memproduksi drama ini dengan sangat-sangat serius. Keseriusan lainnya terlihat dari latar yang diambil sampai ke negeri Spanyol dan mereka berhasil mengeksplore keindahan negara tersebut.

Namun, yang menarik perhatian saya adalah alur yang sangat-sangat saya suka. Jang Se Joon yang gila akan tahta dan harta menjadi salah satu calon presiden Korea berikutnya, namun pencalonan ini nampaknya bukan karena keiinginannya tetapi karena keinginan sang istri Choi Yoo Jin yang sangat ambisius bahkan bisa menghalalkan segala cara untuk memenangkan sang suami dalam ajang PilPres tersebut. Dalam rangka menghalal segala cara inilah yang membuat saya semakin ingin terus dan terus melihat per episode nya. Choi Yoo Jin memang keturunan kaya raya, orang tuanya yang mempunyai bisnis dan perusahaan besar di Korea dan ayahnyalah yang membuat dia menjadi sangat-sangat ambisius. Permainan drama yang ditulis dan diperankan langsung oleh sang istri sangat-sangat epik. Hahaha. Sepanjang menonton ini saya ga berhenti-henti berkata “Gila ya ini si istri, mending ga usah jadi politikus deh, tapi jadi penulis skenario film atau Sutradara.”

Yang lebih menarik adalah adanya sang lawan atau kubu sebelah yang ga kalah kaya setan kelakuannya, Park Kwan Soo. Satu tujuan mereka adalah menang diajang Pilpres Korea Selatan selanjutnya. Karena kalau bisa jadi Presiden selanjutnya, semua bisnis yang mereka pegang akan aman dan semua penduduk Korea serta pemerintahannya di pegang olehnya. Perseteruan antara Park Kwan Soo dan sepasang suami istri (Choi Yoo Jin & Jang Se Joon) membuat drama ini sangat berwarna. Drama semakin menegangkan ketika Kim Je Ha (Ji Chang Wook) bergabung dengan kubu sepasang suami istri demi membalas dendam kepada sang rival, Park Kwan Soo. Kim Je Ha resmi bergabung menjadi bagian dari JSS, kalau di Amerika mungkin seperti FBI yaa JSS itu. Dan ketika bergabung resmi mendapat nama samaran K2. Tugas pertama yang dijalani K2 adalah jaga rumah shif malam, pasalnya rumah ini hanya diisi dengan 1 asisten rumah tangga, 1 penjaga wanita dan sang majikan Go Anna (Yoon-ah). Kemunculan Go Anna nampaknya untuk memperasik film, tanpa Go Anna jelas film ini menarik, tapi tak mendapat gelar menarik sekali dari saya.

Ohya, Go Anna ini adalah anak kandung Jang Se Joon dari rahim salah satu artis dan model di Korea, kata kasarnya anak haram si calon Presiden Jang. Well, jelas harus disembunyikan demi citra baik dan menang PilPres. Musuh dimana-mana dan selalu berganti kubu demi kepentingan mereka masing-masing membuat drama ini sangat-sangat wajib masuk list hiburan akhir pekan. Bahkan saya sempat berbicara dalam hati “berani banget emang Korea ini, ngangkat isi politik ke sebuah film.” Bahkan saya lebih suka film Korea dibanding Hollywood jika mengangkat genre politik. Korea lebih berani dan terkadang saya merasa real kejadian di dunia nyata. Itu juga yang saya rasakan ketika menonton The Whisper, My Lawyer Mr. Joe & Defendant. Bahkan ketika nonton K2 saya jadi mikir, jangan-jangan ini kejadian juga di negara saya dan kamu. I don’t know. Just watch feel the emotion. Haha.  

So, film ini bagus untuk ditonton?

Bedanya film ini dari beberapa film politik yang saya sebutkan adalah mereka memiliki porsi romance yang cukup dan pas jadi tidak berlebihan, serta masing-masing peran memiliki sifat evil dan angel dalam ranah yang  tak kelewatan. Yang agak mengecewakan adalah akhir dari film ini, demi happy ending mereka matikan semua perannya, sepasang suami istri itu meninggal karena ledakan bom serta Park Kwan Soo yang sengaja disuruh bunuh diri. Gosh! Funny right? Hahaha. Dan yang membuat saya bertanya-tanya sampai saat ini adalah dalam cerita Kim Je Ha atau K2 dikabarkan memiliki trauma untuk tidak membunuh orang lain dengan tangannya sendiri tetapi banyak anak buah Park Kwan Soo yang mati dibunuhnya ketika baku hantam, atau mungkin adegan itu sebenarnya tidak menggunakan pistol sungguhan atau mereka sebenarnya sedang main paintball? Entahlah. Kematian semua role pun menimbulkan satu pertanyaan (lagi), mereka jadi Pilpres ga sih? Kan semua calonnya mati, apa si Presiden lama jadi 2 periode? Hahaha. Entahlah, film terkadang dibuat memang sengaja dengan ending yang menggantung.

However, film ini bukan film receh tapi film yang sangat niat dan berbobot. Serta membuat kita lebih melek lagi terhadap dunia politik. Cocok ditonton marathon saat weekend.




Comments

Popular posts from this blog

Menteri Favorit ala Diah Sally

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berbicara Di Depan Umum

3 Jenis Narasumber & Solusinya