Deadpool 2: Film Ternyinyir di Tahun 2018 (Movie Review)

Beberapa bulan terakhir, bioskop sedang diwarnai dengan film superhero bentukan Marvel. Setelah Avangers yang sampai sekarang masih tayang di bioksop, kali ini Fox 20th Century, bekerjasama dengan Marvel memproduksi Deadpool 2. Super hero yang satu ini memang agak sedikit berbeda dari yang lain. Mungkin DeadPool lebih mirip seperti Spiderman hanya saja Deadpool hadir dengan sangat menyegarkan, lebih lucu dan berandal. 

Menonton Deadpool 2, benar-benar sangat menguras air mata, serta membuat rahang pipi pegal. Dari awal kemunculan di menit awal bahkan sampai scene yang mungkin di film lain akan menguras air mata, maka dalam film ini kamu akan terjungkal terbahak. Ohya, kamu juga bisa menangis menonton film ini, iya menangis karena terlalu banyak tertawa. 

Deadpool 2, saya nobatkan sebagai film tersatir, ternyinyir dan terlucu abad ini. Serta juga tak lupa, angkat topi untuk Penulis skenario Deadpool 2, selamat Anda mendapat julukan 'Penulis Termalas'. Kok bisa? Iya mangkanya nonton filmnya. Hahaha. Ngeselin ya? 

Deadpool 2, cukup satir. Beberapa bagian, kamu akan diajak menertawai hal-hal yang cukup tabu untuk ditertawakan oleh Netizen Indonesia. Saya pribadi, langsung connect dengan lontaran jokes yang ada, pasalnya saya memang suka memandang segala sesuatu dari sisi humornya. Saya jadi teringat satu buku yang membuat terbahak menertawai hal yang sungguh tabu, buku yang ditulis oleh Filsuf ternama ini bisa jadi referensi kamu untuk berpikir sebelum tertawa. 

Bukan hanya satir, film ini juga nyinyir banget. Beruntungnya saya lebih suka menonton film yang bergenre slince of life, jadi saya bukan Marvel Squad atau DC Squad. Kalau kamu DC Squad garis keras, saran saya tak usah menonton karena memang banyak sekali dialog-dialog yang akan membuat kamu terbahak, jika kamu DC Squad mungkin tak akan tertawa tetapi kesal atau bahkan sakit hati. Ya bagaimana ya, DC sekarang cukup jauh dibanding Marvel. Mungkin DC akan bangkit jika mendahului Marvel dalam membuat karakter superhero muslim. Let's see. 

Karena kesatiran dan kenyinyiran dialog dalam film Deadpool ini lah yang membuat film ini sangat-sangat lucu, bahkan sekalipun dalam adegan sedih atau adegan (spoiler alert!) sebelum Deadpool mati. Tetapi memang dialog yang lucu tersebut cukup bisa memberi label si penulis skenario 'Penulis Termalas'. Pasalnya, kamu akan diajak tertawa karena si penulis membuat jokes tentang si rival (DC) menyebut Academy agar melihat adegan atau film Deadpool 2, untuk yang ini benar-benar membuat saya terbahak, film superhero memang jarang meraih penghargaan di Academy Award. Ibarat menembak, si penulis menembak dengan sangat tepat. Hahaha. 

Bukan hanya itu, jokes yang menurut saya cukup menggelitik adalah ketika Deadpool sebelum mati berkata, aku tak ingin mati tanpa penonton. Bedebah! I love that joke. Hahaha. 

Nampaknya, Marvel memang memiliki marketing yang sangat hebat. Setelah film Avangers booming dan sangat sangat laku keras, khususnya di Indonesia. Dan sepertinya penonton Deadpool 2, dipaksa untuk menonton Avangers terlebih dahulu. Ya, karena ada beberapa part yang memang diambil dari Avangers. Ohya, menariknya twistnya cukup unpredictable, saya pun merasa dikasih surprise banget sama si Penulis, dasar emang Penulis Malas. Hahaha. 

Beberapa jokes yang hadir memang tak orisinil, tapi menurut saya selama itu masih bisa dinikmati dan sangat lucu, kenapa kita tak bantu tertawa? Toh, hasilnya memang lucu dan bahkan kurang ajar lucunya. 

Walaupun begitu, alur ceritanya ada beberapa yang saya rasa harusnya bagian ini diceritakan, jangan di-skip. Kecil tapi menurut saya lumayan fatal. Karena jatuhnya bagian ini seperti FTV yang sukanya tiba-tiba. Bagian dimana Domina (salah satu anggota tim X-Force yang dibentuk oleh Deadpool untuk menyelamatkan Russel, anak mutan) dijelaskan sedikit latarbelakangnya, sampai dia bisa menggunakan pistol, terjun payung, nyetir truk dll. Ah, tapi apapun itu akan tertutup dengan semua kejenakaan Ryan Reynold, Deadpool. Kalau saya lebih bahagia nonton Deadpool 2, ketimbang Avangers.  

Jadi, kapan mau melihat film yang sudah di tulis dari Penulis Termalas yang pernah ada? 

8.5/10



Comments

Popular posts from this blog

Menteri Favorit ala Diah Sally

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berbicara Di Depan Umum

3 Jenis Narasumber & Solusinya